7 Provinsi dengan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak Awal 2026

Jawa Tengah menjadi provinsi yang paling banyak dilanda banjir dan tanah longsor pada awal 2026, dengan 22 bencana banjir dan 7 tanah longsor.

7 Provinsi dengan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak

(1-26 Januari 2026)
Ukuran Fon:

Sepanjang 1–26 Januari 2026, bencana hidrometeorologi masih mendominasi lanskap kebencanaan nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 127 kejadian banjir dan 15 kejadian tanah longsor yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Tingginya angka tersebut menegaskan bahwa awal tahun yang bertepatan dengan puncak musim hujan ini masih menjadi periode krusial dengan risiko banjir dan longsor yang relatif tinggi.

Dari sisi sebaran wilayah, Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian tertinggi. Sepanjang periode tersebut, Jawa Tengah mengalami 22 kejadian banjir dan 7 kejadian tanah longsor, mencerminkan tingginya kerentanan wilayah ini terhadap curah hujan ekstrem.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat, dengan 21 kejadian banjir dan 5 tanah longsor. Dua provinsi ini secara konsisten menjadi wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seiring kepadatan penduduk, alih fungsi lahan, serta tekanan pada sistem drainase dan daerah aliran sungai.

Baca Juga: Lebih dari 10 Juta Orang Terdampak Bencana pada 2025, Mayoritas Akibat Banjir

Selain Jawa Tengah dan Jawa Barat, sejumlah provinsi lain juga mencatat frekuensi kejadian yang cukup signifikan. Nusa Tenggara Barat mengalami 16 bencana banjir, Banten 12 bencana banjir dan 1 tanah longsor, serta Jawa Timur yang mengalami 11 bencana banjir dan 2 tanah longsor.

Sementara itu, Kalimantan Barat dan Lampung masing-masing mengalami 6 kejadian banjir, menandakan bahwa risiko banjir tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga meluas ke wilayah lain di Indonesia.

Sebaran bencana banjir dan longsor di berbagai provinsi tersebut mencerminkan tantangan struktural yang masih dihadapi, mulai dari pengelolaan tata air, kondisi lingkungan, hingga dinamika penggunaan lahan. Namun di sisi lain, keterbukaan data dan pemetaan kejadian yang semakin rinci memberikan landasan kuat bagi respons kebencanaan yang lebih cepat dan terukur.

Di tengah tingginya kejadian banjir dan longsor, Indonesia menunjukkan kemajuan dalam hal kesiapsiagaan dan transparansi data kebencanaan. Dengan pemanfaatan data yang semakin akurat, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat, peluang untuk menekan dampak bencana di masa mendatang kian terbuka. Upaya berkelanjutan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketangguhan wilayah dan memastikan pemulihan yang lebih cepat serta merata.

Baca Juga: Jumlah Bencana Banjir Tembus 100 Kejadian Awal 2026

Sumber:

https://gis.bnpb.go.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook