Pergerakan angkutan barang melalui jalur udara domestik di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan adanya penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik pada Januari 2026 tercatat sekitar 52,8 ribu ton, atau turun 7,21% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 56,9 ribu ton.
Dilihat dari bandara utama, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang masih menjadi pusat utama distribusi barang melalui jalur udara domestik. Pada Januari 2026, volume barang yang diangkut melalui bandara ini mencapai 18 ribu ton atau sekitar 34,09% dari total angkutan barang udara domestik nasional. Meski menjadi yang terbesar, jumlah tersebut sedikit menurun 1,10% dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 18,2 ribu ton.
Baca Juga: Penumpang Penerbangan Internasional Indonesia Capai 1,8 Juta Januari 2026
Posisi berikutnya ditempati oleh Bandara Sentani di Jayapura dengan volume angkutan barang sekitar 7,4 ribu ton pada Januari 2026, atau sekitar 14,02% dari total nasional. Angka ini mengalami penurunan cukup signifikan, yakni 22,92% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 9,6 ribu ton.
Selanjutnya, Bandara Juanda di Surabaya mencatat volume angkutan barang sekitar 3,5 ribu ton pada Januari 2026, turun 5,41% dibandingkan Desember 2025.
Di Bandara Hasanuddin di Makassar, volume barang yang diangkut turun 12,82% menjadi 3,4 ribu ton pada Januari 2026. Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta mencatat volume angkutan barang sekitar 2,8 ribu ton pada Januari 2026. Penurunan di bandara ini menjadi yang terbesar secara persentase, yakni 24,32%.
Selain bandara-bandara utama tersebut, kategori bandara lainnya mencatat total angkutan barang sekitar 17,7 ribu ton, sedikit menurun 0,56% dibandingkan Desember 2025.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan secara bulanan, transportasi udara masih memainkan peran penting dalam mendukung distribusi logistik di berbagai wilayah Indonesia. Kecepatan pengiriman serta kemampuan menjangkau daerah yang sulit diakses tetap menjadikan angkutan udara sebagai salah satu moda transportasi vital dalam rantai distribusi nasional.
Baca Juga: Puncak Nataru 2025: Aktivitas Penerbangan Mencapai 90%
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2549/penumpang-angkutan-laut-domestik-pada-januari-2026-turun-0-45-persen-.html