Jumlah Bencana Banjir Tembus 100 Kejadian Awal 2026

Dari 205 kejadian bencana pada 1-26 Januari 2026, 127 di antaranya merupakan banjir.

Jumlah Kejadian Bencana di Indonesia

(1-26 Januari 2026)
Ukuran Fon:

Memasuki awal 2026, bencana banjir kembali menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Curah hujan yang tinggi, perubahan pola cuaca, serta kerentanan lingkungan membuat banjir masih menjadi bencana yang paling sering terjadi. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga Senin (26/1/2026) pukul 10.00 WIB, terdapat total 205 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2026, dengan 127 di antaranya merupakan bencana banjir.

Angka ini menegaskan bahwa persoalan banjir belum sepenuhnya tertangani dan memerlukan upaya mitigasi yang lebih komprehensif.

Baca Juga: 86% Publik RI Yakin Cuaca Ekstrem Meningkat pada 2026

Sementara itu, cuaca ekstrem tercatat sebanyak 46 kejadian, diikuti 15 kejadian tanah longsor, 14 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 2 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta sebuah kejadian gempa bumi.

Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Abdul Azis Sefudin mendorong pemerintah pusat dan daerah agar dapat bergerak lebih cepat dalam menangani bencana banjir yang kini semakin marak.

“Penanganan darurat harus cepat, mitigasi harus diperkuat, dan recovery pascabencana tidak boleh diabaikan. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tuturnya, Minggu (25/1/2026), mengutip Liputan6.

Menurutnya, banjir yang terus terjadi berulang belakangan ini bahkan hingga menimbulkan korban jiwa menunjukkan perlunya langkah konkret sejak fase pencegahan, tidak hanya setelah bencana terjadi.

“Kalau banjir sudah berulang dan menimbulkan korban, artinya ada yang harus dibenahi dari hulu ke hilir. Negara tidak boleh datang terlambat,” tegasnya.

Ada sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan, salah satunya dengan rekayasa cuaca.

“Rekayasa cuaca bisa menjadi opsi mitigasi dalam kondisi tertentu, tentu dengan perhitungan yang matang dan koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Dominasi Bencana Alam di Indonesia 2025

Sumber:

https://gis.bnpb.go.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook