73% Respon Publik di X terhadap Konflik Iran–AS Bersifat Netral

Sentimen publik RI terhadap konflik Iran dan Amerika Serikat di media sosial X didominasi oleh sentimen netral 73,3%, positif 11,2%, dan sentimen negatif 15,5%.

Sentimen Publik terhadap Konflik Iran vs AS di Media Sosial X

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Isu konflik antara Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu topik internasional yang ramai dibicarakan di media dan media sosial. Perkembangan konflik ini memunculkan berbagai respons dari publik, termasuk masyarakat Indonesia yang ikut mendiskusikan dampaknya terhadap keamanan global, ekonomi, serta posisi diplomasi Indonesia.

Baca Juga: Analisis Emosi Warga Indonesia terhadap Konflik Iran vs Israel

Berdasarkan pemantauan data dari Drone Emprit pada periode 28 Februari-3 Maret 2026, isu konflik Iran dan Amerika Serikat diberitakan dalam 12.044 artikel di media online serta dibicarakan di media sosial dengan 25.745 sample mentions. Data tersebut menunjukkan bahwa konflik ini menjadi salah satu topik internasional yang cukup banyak menarik perhatian publik di ruang digital.

Dari sisi percakapan di platform X, sentimen publik didominasi oleh sentimen netral dengan persentase 73,3%. Percakapan netral umumnya berisi informasi perkembangan konflik, membagikan berita dari media, serta diskusi mengenai situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, 15,5% pendapat memiliki sentimen negatif. Beberapa publik memiliki sentimen negatif di media sosial karena berkaitan dengan kritik terhadap respons pemerintah Indonesia. Beberapa warganet menilai pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih kurang tegas dalam menyikapi konflik tersebut. Selain itu, muncul pula kekhawatiran bahwa eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat dapat memicu konflik yang lebih besar, bahkan dikhawatirkan berkembang menjadi Perang Dunia III.

Percakapan negatif lainnya juga menyoroti potensi dampak konflik terhadap kondisi ekonomi global yang dapat berimbas pada ekonomi nasional. Selain itu, sebagian pengguna media sosial juga menunjukkan sikap pesimis terhadap kemungkinan Indonesia berperan sebagai mediator dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, 11,2% sisanya menunjukkan sentimen positif. Percakapan bernada positif umumnya berisi apresiasi terhadap langkah militer Iran yang dianggap berani menyerang pangkalan militer Amerika Serikat. Selain itu, sebagian pengguna media sosial juga menyuarakan pentingnya perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Dukungan terhadap keamanan warga negara Indonesia (WNI) di Iran juga muncul dalam percakapan, terutama terkait upaya pemantauan yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia di luar negeri. Beberapa pengguna juga menunjukkan dukungan terhadap pernyataan China yang menyoroti kemungkinan blokade terhadap Amerika Serikat jika serangan terhadap Iran terus berlanjut.

Selain sentimen, analisis percakapan di media sosial juga menunjukkan emosi yang muncul dalam diskusi publik. Salah satu emosi yang cukup dominan adalah amarah, dengan total 998 postingan yang mengekspresikan perasaan tersebut. Kemarahan ini sebagian besar dipicu oleh anggapan bahwa tindakan militer Amerika Serikat dan Israel dianggap mengabaikan jalur diplomasi. Di sisi lain, sebagian warganet juga mengekspresikan kemarahan karena menilai Indonesia belum menunjukkan sikap keberpihakan yang jelas dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Analisis Sentimen dan Respons Indonesia terhadap Iran Vs Israel-AS

Sumber:

https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2029855536800485535

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook