Permintaan mi instan di Indonesia biasanya meningkat selama Ramadan. Produk ini praktis disiapkan, mudah dikombinasikan dengan berbagai lauk, dan sering menjadi pilihan cepat saat sahur maupun setelah berbuka. Tidak heran jika kategori ini ikut mengalami lonjakan penjualan selama bulan puasa.
Data Compas menunjukkan bahwa sepanjang Ramadan 2025 penjualan kategori mi instan dan pasta instan di e-commerce Indonesia meningkat sekitar 38,9% dibandingkan periode sebelum Ramadan. Data tersebut dihimpun pada 1–31 Maret 2025 dari sejumlah platform besar seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan TikTok Shop. Perhitungan mencakup toko official maupun non-official, dengan kriteria produk memiliki rating minimal bintang empat.
Dalam daftar brand terlaris, Indomie masih menempati posisi pertama dengan pangsa pasar 24,67%. Brand yang sudah lama menjadi pemain utama di pasar mi instan dengan berbagai rasa unik khas Nusantara ini tetap mendominasi di kanal e-commerce selama Ramadan.
Baca Juga: 10 Brand Biskuit & Kue Kering Terlaris di Indonesia pada Ramadan 2025
Posisi kedua ditempati Mie Sedaap dengan market share 21,57%. Selisihnya tidak terlalu jauh dari posisi teratas, menunjukkan persaingan yang cukup ketat antara dua pemain besar di kategori mi instan. Mie Sedaap sering diagung-agungkan konsumen karena tidak pelit bumbu sehingga rasanya lebih nendang, contohnya pada varian Korean Hot Spicy Chicken yang bahkan menyertakan bumbu pedas double.
Selanjutnya, Arirang mencatat 3,18%, disusul Mie Gaga dengan 2,92%. Kedua brand ini dikenal menawarkan varian rasa yang cukup beragam, termasuk pilihan mi pedas yang populer di kalangan konsumen muda.
Selanjutnya ada Mie Lidi Gehel dengan 1,83% dan Sarimi sebesar 1,74%. Keduanya masih memiliki basis konsumen yang cukup stabil di pasar mi instan.
Di posisi berikutnya, Nongshim mencatat 1,68%. Brand asal Korea Selatan ini menunjukkan bahwa produk mi instan impor juga memiliki pasar tersendiri di Indonesia, terutama di kalangan konsumen yang mencari varian rasa berbeda.
Daftar sepuluh besar kemudian dilengkapi oleh EkoMie dengan 1,52%, Pop Mie sebesar 1,42%, serta Wow Spaghetti dengan 1,35%.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa pasar mi instan selama Ramadan masih didominasi oleh brand yang sudah lama dikenal masyarakat. Namun di saat yang sama, beberapa brand lain juga berhasil mendapatkan pangsa pasar dengan menawarkan variasi produk, format kemasan, atau rasa yang berbeda. Dengan lonjakan permintaan hampir 40% selama Ramadan, kategori mi instan tetap menjadi salah satu yang paling aktif di e-commerce.
Baca Juga: 5 Brand FMCG Terlaris di E-Commerce saat Ramadan 2025
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DVs4uoZklru/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==