Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Juni 2026 menjadi salah satu isu yang menyita perhatian publik di media sosial. Gangguan pasokan listrik yang meluas memengaruhi aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, hingga sektor usaha.
Baca Juga: Direksi PLN 2026 Resmi Dirombak! Ini Susunan Direksi Terbarunya
Berdasarkan pemantauan Drone Emprit, isu pemadaman listrik PLN menghasilkan 6.684 mentions di media online. Sementara itu, di media sosial tercatat 74.226 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan Threads. Pengumpulan data dilakukan pada 1-24 Juni 2026, menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap perkembangan isu tersebut.
Percakapan di Instagram didominasi oleh sentimen negatif. Sebanyak 55,9% unggahan bernada negatif, 30,1% bersifat netral, dan 14,1% bernada positif. Dominasi sentimen negatif menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna Instagram masih menilai penanganan pemadaman listrik belum berjalan secara optimal.
Keluhan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, warganet mengkritik pengelolaan sektor energi nasional yang dinilai belum mampu menjamin ketersediaan pasokan listrik secara andal.
Sejumlah unggahan juga menyoroti rendahnya harga batu bara domestik yang dianggap mendorong produsen lebih memilih ekspor dibanding memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai turut memperbesar risiko terganggunya pasokan energi bagi pembangkit listrik. Alasan yang disampaikan terkait penerapan pemadaman bergilir juga menuai kritik karena dianggap belum memberikan penjelasan yang memadai kepada masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta PT PLN (Persero) memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir yang mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menyampaikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab pemadaman berkepanjangan di Pulau Jawa. Ia menegaskan bahwa akar penyebab gangguan yang berdampak luas harus disampaikan secara terbuka kepada publik.
"Akar masalah penyebab gangguan yang berdampak luas bagi masyarakat, harus diketahui secara transparan," ujarnya mengutip Detik (22/6/2026).
Di tengah dominasi sentimen negatif, masih terdapat respons positif dari sebagian pengguna Instagram. Warganet mengapresiasi langkah PLN dalam memastikan pasokan listrik ke wilayah terdampak serta upaya mempercepat pemulihan aliran listrik di daerah yang mengalami pemadaman. Berbagai unggahan juga memberikan dukungan terhadap upaya PLN dalam memulihkan kestabilan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Baca Juga: Tingkat Pemanfaatan Listrik PLN sebagai Sumber Penerangan Utama di Indonesia
Sumber:
https://x.com/droneempritoffc/status/2070544536087265636?s=46