Simak! Hanya 11,2% Penderita Masalah Gigi dan Mulut yang Pergi Berobat

Sedikitnya persentase penerima perawatan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dipengaruhi oleh kurangnya edukasi dan berbagai alasan lain.

Penderita vs. Penerima Pengobatan Masalah Gigi dan Mulut

Sumber: SKI 2023
GoodStats

Kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting untuk diperhatikan karena tak hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga kepercayaan diri. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), nyaris setengah populasi dunia merupakan penderita masalah gigi dan mulut.

Di Indonesia, hasil SKI (Survei Kesehatan Indonesia) 2023 mencatat ada 56,9% penderita masalah gigi dan mulut berusia lebih dari 3 tahun. Angka tersebut turun dari 57,6% pada 2018 silam. Menurut kelompok umur, penderita tertinggi berasal dari kelompok lansia dan terendah umur 12 tahun.

Dari total tersebut, nyatanya hanya sedikit saja penderita masalah gigi dan mulut yang memutuskan untuk berobat. Per 2023, hanya 11,2% yang menerima perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Meski begitu, angka tersebut sedikit lebih baik dari 2018 (10,2%).

Dalam laporan yang sama, Kementerian Kesehatan mengungkap ada berbagai alasan dibalik keputusan masyarakat untuk tidak segera melakukan pengobatan. Banyak orang mengklaim takut terpapar Covid-19 (81,7%) dan waktu tunggu pemeriksaan terlalu lama (80,2%).

Faktor lain seperti biaya pun juga berpengaruh karena 76,7% tidak berobat karena tidak ada biaya. Menariknya, sebesar 70,2% mengaku tidak berobat karena tidak merasa sakit gigi.

Fakta tersebut membuktikan masih banyak masyarakat Indonesia tidak menyadari pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Karenanya, drg. R.Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati, selaku Dokter Gigi Umum dan Estetika, berharap akan adanya perluasan edukasi tentang kesehatan.

“Dengan harapan bahwa perubahan pola pikir terkait kesehatan tersebut dapat mengubah pola perilaku hidup sehat masyarakat sehari-hari sehingga berimbas positif bagi peningkatan status kesehatan masyarakat Indonesia secara umum dan meluas,” terangnya, melansir Media Indonesia.

Salah satu hal yang mencerminkan kurangnya edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut adalah rendahnya persentase masyarakat yang mengetahui waktu sikat gigi yang tepat. Sebanyak 95,6% menyikat gigi tiap hari, sedangkan yang menyikat gigi di waktu yang tepat hanya 6,2% saja.

Agar jumlah masyarakat yang mencari pengobatan meningkat, edukasi pun jadi kunci utama karena keinginan untuk memeriksakan diri akan datang jika masyarakat telah sadar mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut.

Baca juga: Konten Kesehatan Jadi yang Paling Banyak Diakses Masyarakat Indonesia

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook