Menurut Kementerian Kesehatan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Senin (19/1/2026), program cek kesehatan gratis (CKG) telah berhasil menjaring 70,7 juta penerima sepanjang 2025. Angka ini setara dengan 96% dari total pendaftar CKG sejak pertama kali diluncurkan pada Senin (10/2/2025).
Program CKG juga hadir di 202,2 ribu sekolah dan 10,2 ribu puskesmas di 514 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.
Sebanyak 6 juta lansia (di atas 60 tahun) telah menerima program ini sepanjang 2025. Realisasi ini cukup rendah, baru 52% dari target 16,9 juta lansia. Berikut beberapa masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di kalangan peserta lansia.
Baca Juga: Bagaimana Sentimen Publik terhadap Program Cek Kesehatan Gratis?
Sebanyak 2,89 juta lansia peserta CKG mengalami tekanan darah di atas normal. Tekanan darah tinggi ini disebabkan banyak faktor, mulai dari usia, gaya hidup, pola konsumsi, stres, hingga kondisi medis.
Lebih lanjut, sekitar 1,6 juta lansia peserta CKG tercatat mengalami gigi karies. Kerusakan pada jaringan keras gigi ini biasanya disebabkan oleh aktivitas bakteri, yang akhirnya membentuk lubang pada gigi. Gigi karies terjadi akibat terbentuknya plak, yang merupakan lapisan lengket bening yang melapisi gigi. Plak terbentuk karena mengonsumsi gula dan makanan karbohidrat secara berlebih.
Selain masalah kesehatan mulut, 751 ribu lansia mengalami gangguan penglihatan, 246 ribu mengalami kolesterol tinggi, dan 26 ribu mengalami diabetes.
Adapun CKG merupakan program pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dalam upaya memberi pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia, guna mendeteksi penyakit dini. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan gratis ini dengan mendaftarkan diri melalui Satu Sehat Mobile.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Masalah Kesehatan yang Banyak Ditemukan di CKG
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=h13WWeqKgLg