Tingkat Kemampuan Berbahasa Inggris di ASEAN 2025, Indonesia Posisi Berapa?

EF EPI 2025 mencatat perbedaan tingkat kecakapan Bahasa Inggris di kawasan ASEAN. Malaysia menempati posisi tertinggi dengan skor 581.

Tingkat Keterampilan Berbahasa Inggris Negara ASEAN

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi keterampilan penting di era globalisasi. Sebagai lingua franca, Bahasa Inggris berperan besar dalam membuka akses terhadap pendidikan, komunikasi lintas negara, mengembangkan karier, serta mempermudah interaksi budaya dan mobilitas internasional.

Berdasarkan hasil tes dan riset EF English Proficiency Index (EPI) terhadap 2,2 juta orang dewasa di 123 negara, skor kefasihan berbahasa Inggris di setiap benua dan negara cenderung bervariasi.

Di kawasan ASEAN, hanya dua negara yang termasuk dalam kelompok kecakapan tinggi. Hal ini menandakan masih adanya kesenjangan kemampuan Bahasa Inggris di kawasan tersebut, mengingat sebagian besar negara ASEAN lainnya berada pada kategori kecakapan menengah hingga rendah.

Baca Juga: 7 Kota Paling Mahir Bahasa Inggris di Indonesia 2025

Dalam kategori kecakapan tinggi (skor 550–599), Malaysia menempati posisi teratas di ASEAN dengan skor 581, diikuti oleh Filipina yang mencatat skor 569. Kedua negara ini menjadi satu-satunya perwakilan ASEAN dalam kelompok kecakapan tinggi, mencerminkan kuatnya penggunaan Bahasa Inggris dalam sistem pendidikan dan aktivitas profesional.

Sementara itu, kategori kecakapan menengah (skor 500–549) hanya diisi oleh Vietnam dengan skor 500. Pada kategori kecakapan rendah (skor 450–499), terdapat Indonesia dengan skor 471 serta Laos yang mencatat skor 461. Skor ini mengindikasikan bahwa kemampuan Bahasa Inggris di kedua negara tersebut masih terbatas pada penggunaan dasar dan belum sepenuhnya optimal untuk kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks.

Adapun kategori kecakapan sangat rendah (skor 400–449) mencakup beberapa negara ASEAN, yaitu Myanmar dengan skor 444, Thailand dengan skor 402, serta Kamboja yang mencatat skor 390. Negara-negara dalam kelompok ini menghadapi tantangan yang lebih besar dalam penguasaan Bahasa Inggris, terutama dalam konteks pendidikan dan daya saing global.

Sebagai catatan tambahan, beberapa negara ASEAN tidak tercantum dalam data EF EPI 2025. Singapura tidak masuk dalam daftar tahun 2025, namun pada EF EPI 2024 negara ini mencatat skor 609 dan berada dalam kategori kecakapan sangat tinggi. Sementara itu, Brunei Darussalam dan Timor Leste juga tidak memiliki data yang tercantum dalam laporan EF EPI 2025.

Baca Juga: 10 Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia 2025

Sumber:

https://www.ef.com/assetscdn/WIBIwq6RdJvcD9bc8RMd/cefcom-epi-site/reports/2025/ef-epi-2025-english.pdf

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook