Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 10,81% ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Indonesia berada dalam kondisi rusak berat. Artinya, satu dari sepuluh kelas masih belum memenuhi standar kelayakan sarana untuk dijadikan sebagai tempat pembelajaran.
Mayoritas ruang kelas SD berada dalam kondisi rusak ringan maupun sedang, proporsinya mencapai 49,51%. Meski tidak mengancam keselamatan secara langsung, kondisi kelas yang belum cukup layak berpotensi berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah bila tidak ditangani.
Sementara itu, kelas SD yang digolongkan dalam keadaan baik sehingga dapat disebut layak dan aman digunakan hanya sebesar 39,68%. Angka yang kurang dari setengah ini menandakan bahwa sebagian besar fasilitas sekolah di tingkat pendidikan dasar di Indonesia masih membutuhkan perhatian khusus.
Fenomena ini menegaskan adanya urgensi perbaikan sarana pendidikan di Indonesia. Ruang kelas yang tidak layak dapat memperlebar ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah yang infrastrukturnya memadai dan yang masih tertinggal.
Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan revitalisasi sekolah dan madrasah dengan tujuan mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar hadirnya pendidikan yang inklusif dan merata hingga ke pelosok negeri.
“Dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, sangat krusial untuk kelancaran program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran melalui langkah-langkah prioritas tahun 2026. Program ini adalah kelanjutan dari upaya kita bersama,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah: Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Tangerang, Kamis (13/11/2025).
Pemerintah menargetkan pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan sebanyak 12.536 sekolah yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang tercantum dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, target sekolah yang direvitalisasi lebih banyak pada tahun ini. Dari total target 13.834 sekolah, sudah tercatat 11.179 sekolah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kemendikdasmen per September 2025, dengan 3.903 di antaranya termasuk jenjang SD.
Jika dibandingkan dengan jenjang lainnya, SD memiliki persentase ruang kelas dengan kondisi rusak berat yang paling tinggi. Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), proporsi kelas rusak berat sebanyak 6,98%, Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 6,17%, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya 3,74%.
Baca Juga: Pemerintah Akan Revitalisasi 12 Ribu Sekolah dalam RAPBN 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/21/d048070f37740b0e04d99350/statistik-pendidikan-2025.html