10 Daerah dengan Inflasi Terendah di Indonesia September 2026

Kab. Timor Tengah Selatan (1,04%) jadi daerah dengan inflasi terendah per September 2026, disusul Kab. Sorong Selatan (1,38%) dan Kab. Karimun (1,63%).

10 Kabupaten/Kota dengan Inflasi Terendah

(September 2026)

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten (Kab.) Timor Tengah Selatan yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi puncak sebagai daerah dengan inflasi terendah di Indonesia per September 2026. Tingkat laju kenaikan harga di wilayah kabupaten ini hanya menyentuh angka 1,04% secara tahunan (year-on-year).

Menyusul di urutan kedua, terdapat Kab. Sorong Selatan dari Papua Barat Daya yang mencatatkan tingkat inflasi tahunan sebesar 1,38%. Sementara itu, Kab. Karimun dari Kepulauan Riau menjadi pelengkap peringkat tiga besar dalam daftar kabupaten/kota dengan inflasi terendah ini, dengan persentase 1,63%.

Kembali ke NTT, Kab. Ngada bertengger di posisi keempat dengan besaran inflasi tahunan pada September 2026 menyentuh angka 1,93%. Selanjutnya, bangku kelima diduduki oleh Kab. Nunukan dari Kalimantan Utara yang turut mencatatkan tingkat inflasi daerah yang rendah, yaitu sebesar 2,24%.

Baca Juga: 10 Daerah dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia September 2026

Dengan angka yang sama, Kab. Majene dari Provinsi Sulawesi Barat mengisi urutan keenam dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,24%

Beralih ke Sulawesi Selatan, Kota Palopo bertengger di peringkat ketujuh dengan besaran inflasi tahunan per September 2026 sebesar 2,27%.

Sementara itu, bangku kedelapan ditempati oleh salah satu wilayah dari Sumatra Utara, yaitu Kab. Deli Serdang, dengan catatan laju inflasi tahunan sebesar 2,29%.

Kab. Morowali yang berlokasi di Sulawesi Tengah kemudian menyusul di peringkat kesembilan dengan pergerakan laju inflasi tahunan sebesar 2,33%.

Hanya terpaut selisih yang tipis, penutup pemeringkatan 10 wilayah dengan lonjakan harga paling rendah di Indonesia per September 2026 ini diduduki oleh Kota Dumai dari Riau dengan tingkat inflasi sebesar 2,35%.

Dengan ini, NTT berhasil mendominasi daftar 10 daerah dengan inflasi terendah September 2026 dengan menyumbangkan total dua kabupatennya.

Jika ditinjau berdasarkan letak pulaunya, sebaran wilayah dengan inflasi terendah di Indonesia ini tampak cukup bervariasi. Tercatat, terdapat masing-masing tiga kabupaten/kota yang berasal dari Pulau Sumatra serta Pulau Sulawesi, lalu diikuti oleh kawasan Kepulauan Nusa Tenggara yang diwakili oleh dua daerah.

Sebagai pelengkap, kawasan Pulau Kalimantan dan daratan Papua tercatat masing-masing menyumbang satu kabupaten ke dalam daftar 10 wilayah dengan inflasi terendah di Indonesia per September 2026 ini.

Sebaliknya, baik kabupaten maupun kota dari Pulau Jawa nihil dalam pemeringkatan ini. Absennya wilayah dari Pulau Jawa menandakan bahwa sistem pengendalian pergerakan harga di kawasan luar Jawa mampu terkelola dengan lebih baik jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah di Pulau Jawa.

Baca Juga: Daerah dengan Ekonomi Terbesar di Jawa-Bali 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjI0OSMy/inflasi-tahunan--y-on-y--150-kabupaten-kota--2022-100---persen-.html

Key Insights

  • Dominasi NTT dengan dua kabupaten di daftar inflasi terendah menunjukkan keberhasilan strategi pengendalian harga di wilayah kepulauan.
  • Ketiadaan wilayah Jawa dalam daftar ini mengindikasikan tantangan yang lebih besar dalam mengelola inflasi di pulau padat penduduk tersebut.
  • Penyebaran geografis daerah dengan inflasi rendah yang bervariasi menunjukkan bahwa faktor lokal dan kebijakan regional berperan signifikan dalam stabilitas harga.
  • Inflasi yang sangat rendah di Timor Tengah Selatan (1,04%) dan Sorong Selatan (1,38%) dapat menjadi indikator daya beli masyarakat yang relatif stabil atau permintaan yang terkendali.
Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc