10 Gunung Api Teraktif di Dunia 2025, Ada Indonesia?

Gunung Merapi dari Indonesia berada di urutan kesembilan sebagai gunung api teraktif di dunia pada tahun 2025. Frekuensi erupsinya sekitar 3 tahun sekali.

10 Gunung Api Teraktif di Dunia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Berdasarkan data All Top Everything, Gunung Yasur yang terletak di Pulau Tanna, Vanuatu menempati posisi puncak sebagai gunung berapi paling aktif di dunia pada tahun 2025. Gunung ini tercatat mengalami erupsi setiap 15 menit sekali, menjadikannya sebagai salah satu gunung dengan aktivitas paling intens secara global.

Di posisi kedua, Gunung Fuego yang berada Chimaltenango, Guatemala memiliki frekuensi erupsi sekitar 20 menit sekali, diikuti oleh Gunung Stromboli yang berlokasi di Kepulauan Aeolian, Italia dengan aktivitas letusan setiap 30 menit sekali.

Baca Juga: Menerawang Risiko Bencana Letusan Gunung Berapi di Indonesia

Gunung Erebus di Antartika menduduki peringkat keempat dengan kejadian erupsi sekitar 5 jam sekali, disusul oleh Gunung Sakurajima di Kagoshima, Jepang dengan catatan frekuensi erupsi 2 hari sekali.

Kembali lagi ke Negeri Sepatu Bot, Gunung Etna yang terletak di Sisilia, Italia berada di urutan keenam dalam daftar ini. Pada tahun 2025, Gunung Etna tercatat mengalami erupsi setiap 4 bulan sekali.

Adapun Gunung Piton de la Fournaise di Pulau Reunion, Prancis bertengger di peringkat ketujuh dalam pemeringkatan 10 gunung berapi yang paling aktif di dunia pada tahun 2025 dengan frekuensi erupsi sekitar 6 bulan sekali, disusul oleh Gunung Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat yang mencatat erupsi setiap 2 tahun sekali.

Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar ini melalui Gunung Merapi yang berlokasi di Jawa Tengah. Gunung ini memiliki frekuensi erupsi sekitar 3 tahun sekali, menjadikannya sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia sekaligus yang paling aktif di Indonesia.

Gunung ini juga memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik yang berdampak pada wilayah sekitarnya, termasuk erupsi besar pada tahun 2010 yang menyebabkan kerusakan signifikan. Meski demikian, kawasan di sekitar Gunung Merapi tetap padat penduduk karena tanahnya yang subur untuk pertanian.

Per 10 April 2026, Gunung Merapi masih berstatus Siaga. Status yang sama juga disematkan pada Gunung Semeru dari Jawa Timur. Keduanya menjadi satu-satunya gunung api dengan Level III di Indonesia, sementara aktivitas vulkanik gunung api lainnya masih berada di bawah level tersebut.

Terakhir, Gunung Villarrica yang terletak di wilayah Araucania dan Los Rios, Chili menutup daftar 10 gunung api dengan aktivitas tertinggi di dunia, dengan frekuensi erupsi sekitar 4 tahun sekali.

Adapun peringkat gunung api paling aktif di dunia ini ditentukan berdasarkan rata-rata frekuensi letusan yang tercatat pada setiap gunung berapi dalam 100 tahun terakhir. Perhitungan ini hanya memasukkan letusan besar, sementara aktivitas kecil seperti aliran lava ringan atau kejadian minor lainnya tidak dimasukkan dalam perhitungan.

Baca Juga: Catatan Sejarah Erupsi Gunung Semeru Dari 1818 hingga Erupsi Besar 2025

Sumber:

https://www.alltopeverything.com/most-active-volcanoes/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook