Sudah setahun sejak Kabinet Merah Putih pertama kali menjalankan tugasnya untuk melayani rakyat. Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menuai pro dan kontra, termasuk jajaran menteri yang sering kali menjadi sorotan publik.
Tepat satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih ini, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) melakukan studi evaluasi bagi para menteri yang termasuk dalam kabinet melalui survei yang melibatkan 120 jurnalis dari 60 lembaga pers di Indonesia yang mewakili sebagai panel. Setiap panelis diminta memilih tiga menteri dengan kinerja terburuk selama satu tahun pemerintahan.
Adapun menteri dengan kinerja paling buruk dipegang oleh terdapat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan skor -151 poin.
Menteri HAM Natalius Pigai menempati urutan kedua dengan -79 poin. Kemudian posisi ketiga diisi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan -56 poin.
Fadli Zon yang menjabat sebagai Menteri Kebudayaan berada pada urutan keempat dengan -36 poin. Sedangkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, berada pada urutan kelima dengan -34 poin.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, juga termasuk dalam daftar menteri dengan kinerja terburuk dengan -22 poin. Begitu pun dengan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dengan -10 poin.
Dengan perolehan poin sebesar -7, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait menempati peringkat delapan dan sembilan sebagai menteri dengan kinerja terburuk dalam setahun terakhir.
Pada urutan kesepuluh, terdapat Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan -6 poin.
Baca Juga: 10 Menteri dengan Kinerja Terbaik 2024-2025
Sumber:
https://celios.co.id/rapor-kinerja-1-tahun-prabowo-gibran/