Burung merupakan kelompok satwa yang dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan hujan tropis, pegunungan, lahan basah, padang rumput, hingga wilayah pesisir. Selain berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, keberadaan burung juga menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat keanekaragaman hayati suatu negara.
Tingginya jumlah spesies burung di suatu wilayah umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti iklim, keragaman habitat, jalur migrasi, hingga kondisi geografis yang mendukung terbentuknya spesies endemik. Negara-negara dengan kawasan tropis yang luas, bentang alam yang beragam, serta ekosistem yang masih terjaga cenderung memiliki kekayaan spesies burung yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Berdasarkan data dari Statranker, Kolombia menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah spesies burung terbanyak di dunia sebanyak 1.871 spesies. Posisi berikutnya ditempati Peru (1.861 spesies) dan Brasil (1.816 spesies).
Ketiga negara tersebut memiliki habitat dataran rendah Amazon, lereng Andes, hutan awan, lahan basah, lembah kering, dan garis pantai. Hal ini menciptakan pergantian habitat dan rentang ketinggian yang cepat, memungkinkan banyak spesies burung untuk hidup di dalam batas negara yang sama.
Baca Juga: 10 Street food terbaik di Indonesia versi Taste Atlas Juni 2026
Peringkat keempat ditempati Indonesia dengan total 1.746 spesies burung. Tingginya kekayaan spesies burung di Indonesia didukung oleh kondisi geografisnya sebagai negara kepulauan dengan bentang hutan tropis yang luas. Selain itu, keberadaan pemisah alami berupa perairan antarpulau turut mendorong terbentuknya spesies-spesies yang berbeda di setiap wilayah, sehingga menghasilkan tingkat endemisme yang tinggi di berbagai kawasan Nusantara.
Peringkat kelima diisi oleh Ekuador dengan jumlah spesies sebanyak 1.624 burung. Sama seperti Kolombia, Ekuador menggabungkan dataran rendah Amazon, lereng Andes, hutan awan, lahan basah, lembah kering, dan garis pantai, yang memungkinkan banyak spesies burung untuk hidup di dalamnya.
Adapun peringkat selanjutnya diisi oleh Bolivia (1.437 spesies), Venezuela (1.387 spesies), China (1.288 spesies), India (1.211 spesies), dan Republik Demokratik Kongo (1.110 spesies).
Pemeringkatan ini menggunakan indikator bird species richness, yaitu jumlah spesies burung yang tercatat dalam daftar spesies suatu negara atau wilayah.
Perhitungan didasarkan pada data BioDB melalui tabel Birds Per Country yang bersumber dari data Birdlife per April 2024. Pengukuran ini menghitung jumlah spesies burung yang terdokumentasi, bukan jumlah individu burung, ukuran populasi, maupun tingkat keberhasilan konservasi di suatu negara.
Data di atas menunjukkan bahwa negara-negara dengan jumlah spesies burung terbanyak umumnya memiliki ekosistem yang beragam dan kondisi geografis yang mendukung terbentuknya berbagai habitat satwa.
Baca Juga: 10 Negara dengan Spesies Reptil Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk 5 Besar
Sumber:
https://statranker.org/nature/top-100-countries-by-bird-species-richness-2026/