Deforestasi di Indonesia pada 2025 tidak hanya meningkat secara nasional, tetapi juga terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan tingkat kehilangan hutan yang signifikan. Data terbaru dari Auriga Nusantara yang dirilis pada 31 Maret 2026 mengungkap daftar sepuluh provinsi dengan deforestasi tertinggi sepanjang tahun 2025, yang didominasi wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Kalimantan Tengah menempati posisi teratas dengan luas deforestasi mencapai 56.900 hektare (ha), meningkat tajam dibandingkan 33.389 ha pada 2024. Di posisi kedua, Kalimantan Timur mencatat 47.135 ha, diikuti Aceh yang melonjak drastis ke angka 38.157 ha dari sebelumnya hanya 8.962 ha. Lonjakan signifikan di Aceh menjadi salah satu temuan penting dalam laporan ini.
Baca Juga: Kemenhut Targetkan Laju Deforestasi Turun Jadi 94 Ribu Ha pada 2029
Kalimantan Barat berada di posisi keempat dengan 31.876 ha, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Papua Tengah mencatat peningkatan tajam menjadi 26.978 ha dari 6.360 ha pada 2024, menunjukkan ekspansi deforestasi yang mulai bergeser ke wilayah timur Indonesia.
Sumatra Barat juga mengalami lonjakan mencolok, dari 2.606 ha pada 2024 menjadi 26.940 ha pada 2025. Posisi berikutnya diisi Sumatra Utara dengan 20.512 ha serta Kalimantan Utara sebesar 19.716 ha. Riau, yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah dengan deforestasi tinggi, justru mencatat penurunan menjadi 17.812 ha.
Papua Pegunungan melengkapi daftar dengan angka 16.468 ha, meningkat tajam dari 2.688 ha pada tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa wilayah Papua mulai menghadapi tekanan deforestasi yang semakin besar, seiring dengan meningkatnya aktivitas pembukaan lahan.
Menariknya, laporan ini juga mencatat bahwa beberapa provinsi di Sumatra bagian utara yang mengalami bencana banjir dan longsor, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menunjukkan lonjakan deforestasi yang sangat tinggi.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa deforestasi di Indonesia pada 2025 tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga meluas secara geografis. Pergeseran ke wilayah-wilayah baru serta lonjakan tajam di beberapa provinsi menjadi sinyal perlunya pengawasan lebih ketat dan kebijakan yang lebih adaptif untuk menekan laju kerusakan hutan di masa mendatang.
Baca Juga: Luas Deforestasi di Sumatra Tembus 78 Ribu Ha pada 2024
Sumber:
https://auriga.or.id/press_release/detail/65/deforestation-status-in-indonesia-2025