Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur menjadi provinsi dengan perusahaan konstruksi terbanyak pada tahun 2025, dengan jumlah mencapai 24,6 ribu perusahaan. Jika ditinjau dari skala usahanya, sebagian besar tergolong ke dalam konstruksi usaha kecil, dengan total 21,2 ribu perusahaan.
Jawa Barat menduduki urutan kedua dengan jumlah perusahaan konstruksi yang terletak di provinsi ini sebanyak 17,9 ribu. Skala usaha kecil masih menjadi mayoritas jenis perusahaan konstruksi di Jawa Barat, dengan jumlah 13,4 ribu.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Biaya Konstruksi Termahal 2025, Semua dari Papua
Bangku ketiga ditempati oleh Jawa Tengah dengan total perusahaan konstruksi sebesar 15,4 ribu. Berselisih tipis dengan Jawa Barat, perusahaan konstruksi berskala kecil di provinsi sebanyak 12,6 ribu, turut menjadi klasifikasi yang paling dominan dibandingkan skala menengah maupun besar.
Jakarta bertengger di peringkat keempat dengan jumlah 13,1 ribu perusahaan konstruksi. Berbeda dengan provinsi lainnya dalam daftar, skala usaha menengah merupakan jenis perusahaan yang paling banyak berada di Jakarta, dengan angka 7,6 ribu.
Bahkan jika dibandingkan secara nasional, Jakarta memiliki perusahaan konstruksi berskala menengah dan besar terbanyak pada tahun 2025. Adapun jumlah usaha skala besar di Jakarta sebanyak 347 perusahaan.
Sulawesi Selatan menjadi pelengkap urutan lima besar dalam pemeringkatan ini sekaligus sebagai provinsi pertama yang berasal dari luar Pulau Jawa dengan total 11,2 ribu. Kebanyakannya berskala kecil dengan jumlah 7,9 ribu perusahaan.
Sementara itu, peringkat keenam diduduki oleh Sumatra Utara dengan jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 10,1 ribu, disusul oleh Kalimantan Barat dengan total 7,9 ribu. Jumlah perusahaan skala kecil pun menjadi dominasi di kedua provinsi ini, dengan banyak masing-masing sebesar 9 ribu dan 7,4 ribu.
Kembali ke Pulau Jawa, Banten berada di urutan kedelapan dengan banyak perusahaan konstruksi 7,7 ribu, berselisih tipis dengan Riau yang menempati posisi berikutnya dengan jumlah 7,3 ribu. Total konstruksi berskala kecil dari keduanya juga berbeda sedikit, dengan total 6,3 ribu di Banten serta 6 ribu dari Riau.
Sumatra Selatan menutup pemeringkatan provinsi dengan perusahaan konstruksi terbanyak di Indonesia pada tahun 2025 ini, dengan angka 6 ribu. Komposisi terbesar masih disumbangkan oleh perusahaan skala kecil dengan jumlah 5,3 ribu.
Perbedaan mencolok antara skala usaha kecil, menengah, dan besar terletak pada kemampuan keuangan dan penjualan tahunannya. Pada usaha skala kecil, kemampuan keuangannya minimal sebesar Rp300 juta dengan penjualan tahunan hingga Rp2,5 miliar.
Skala usaha menengah sendiri memiliki penjualan tahunan yang sama dengan skala kecil, yaitu mencapai Rp2,5 miliar dengan kemampuan keuangan minimal Rp2 miliar. Sedangkan, skala usaha besar didasarkan pada kemampuan keuangan minimal Rp25 miliar dengan penjualan tahunan yang senilai pula, yaitu minimal Rp25 miliar.
Baca Juga: Mengapa Jasa Bore Pile Masih Menjadi Pilihan Utama untuk Proyek Konstruksi di Indonesia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/20472bbffea268af42cc5c4d/konstruksi-dalam-angka-2025.html