Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai rawit di Indonesia mencapai 17,4 juta kuintal pada 2025, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 15,6 juta kuintal.
Jawa Timur menjadi sentra utama produksi cabai rawit di Indonesia. Provinsi ini menghasilkan 6,04 juta kuintal cabai rawit atau sekitar sepertiga dari total produksi nasional.
Dominasi Jawa Timur terlihat cukup jauh dibandingkan daerah lain. Produksi cabai rawit provinsi tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan produksi 2,66 juta kuintal.
Sementara itu, Jawa Barat menempati peringkat ketiga dengan produksi mencapai 1,99 juta kuintal.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Harga Cabai Rawit Termahal 2026
Di luar Pulau Jawa, Aceh menjadi daerah penghasil cabai rawit terbesar dengan produksi mencapai 1,12 juta kuintal. Provinsi ini unggul tipis atas Sumatra Utara yang mencatat produksi sebesar 1,09 juta kuintal.
Posisi berikutnya ditempati Nusa Tenggara Barat dengan produksi 905,6 ribu kuintal. Ketiga daerah tersebut menjadi pusat produksi cabai rawit terbesar di luar Pulau Jawa.
Sulawesi Selatan menempati bangku ketujuh dengan produksi sebesar 442,4 ribu kuintal, disusul Jambi dengan 421,7 ribu kuintal dan Sumatra Barat sebesar 314,9 ribu kuintal. Daftar sepuluh besar ditutup oleh Bali yang memproduksi 272,8 ribu kuintal cabai rawit pada 2025.
Data di atas menunjukkan bahwa produksi cabai rawit nasional masih terkonsentrasi di beberapa provinsi di Jawa. Keenam provinsi teratas menyumbang sekitar 79% terhadap total produksi nasional.
Kondisi tersebut membuat keberhasilan panen di wilayah-wilayah sentra sangat berpengaruh terhadap pasokan dan stabilitas harga cabai rawit di pasar. Ketika produksi di daerah utama menurun akibat cuaca atau gangguan lainnya, dampaknya dapat langsung dirasakan melalui kenaikan harga di berbagai daerah.
Baca Juga: Apa Orang Indonesia Suka Makan Sayur dan Buah?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZUhFd1JtZzJWVVpqWTJsV05XTllhVmhRSzFoNFFUMDkjMyMwMDAw/produksi-tanaman-sayuran-dan-buah-buahan-semusim-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman-.html?year=2025