10 Wilayah dengan Angka Kemiskinan Terendah di Sulawesi Tengah 2025

Kota Palu jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Tengah pada 2025, yakni 5,26%.

10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Sulawesi Tengah

(Tahun 2025)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 8,25% pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika persentase penduduk miskin masih berada di angka 8,57% pada 2024.

Meskipun mengalami penurunan, persebaran kemiskinan masih menunjukkan adanya perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,60%.

Di Sulawesi Tengah, Kota Palu menjadi wilayah paling minim penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di wilayah tersebut hanya sebesar 5,26% pada 2025, lebih rendah dibanding angka kemiskinan Sulawesi Tengah yang sebesar 10,92%.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Di bawahnya, Kabupaten Banggai mencatatkan angka kemiskinan sebesar 6,23%, diikuti oleh Kabupaten Morowali dan Morowali Utara dengan persentase penduduk miskin sama-sama di angka 10,38%.

Daftar lima besar wilayah paling minim penduduk miskin di Sulawesi Tengah ditutup oleh Kota Sigi yang mencatatkan angka kemiskinan sebesar 10,47%.

Berikutnya, Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki persentase penduduk miskin sebesar 11,49%, disusul Kabupatwn Toli-Toli (12,2%), Kabupaten Buol (12,48%), dan Kabupaten Banggai Laut (12,71%).

Daftar 10 besar wilayah dengan persentase penduduk miskin paling rendah di Sulawesi Tengah ditutup oleh Kabupaten Poso dengan 12,9%.

Sebaliknya, Kabupaten Tojo Una-Una jadi wilayah degan persentase penduduk miskin terbesar di Sulawesi Tengah, mencapai 14,67% pada 2025.

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc