10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Kalimantan Barat 2025

Kabupaten Kubu Raya jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Kalimantan Barat pada 2025, yakni 3,99%.

10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Kalimantan Barat

(Tahun 2025)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 8,25% pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika persentase penduduk miskin masih berada di angka 8,57% pada 2024.

Meskipun mengalami penurunan, persebaran kemiskinan masih menunjukkan adanya perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,60%.

Di Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan angka kemiskinan terendah. Persentase penduduk miskin di wilayah tersebut tercatat sebesar 3,99%, terendah pada 2025. Hal ini berarti, ada kurang dari empat penduduk miskin untuk setiap 100 penduduk di kabupaten tersebut.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Posisinya diikuti oleh Kota Pontianak dengan angka kemiskinan sebesar 4%, disusul Kota Singkawang dengan 4,28% dan Kabupaten Membawah dengan 4,49%.

Daftar lima besar wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Kalimantan Barat ditutup oleh Kabupaten Sanggau yang memiliki 4,61% penduduk miskin.

Di paruh kedua, Kabupaten Sekadau bertengger di bangku keenam dengan angka kemiskinan sebesar 5,61%, diikuti oleh Kabupaten Bengkayang (5,83%), Kabupaten Sambas (6,37%), dan Kabupaten Kapuas Hulu (6,86%).

Kabupaten Sintang melengkapi daftar 10 besar wilayah paling minim penduduk miskin di Kalimantan Barat dengan angka kemiskinan sebesar 7,93%.

Secara keseluruhan, angka kemiskinan di Kalimantan Barat mencapai 6,16% pada 2025.

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc