17% Pekerja Indonesia Alami Burnout
Sebanyak 17,3% pekerja Indonesia alami burnout, 15,6% juga sering alami stres.
Kondisi Mental Pekerja RI Selama Bekerja
(Tahun 2026)
Unduh
Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak pekerja Indonesia memutuskan buat tetap ‘bertahan’ dengan pekerjaannya walau sejatinya tidak merasa nyaman sama sekali.
Fenomena inilah yang kemudian melahirkan job hugging, di mana pekerja tidak lagi merasakan pencapaian dan kenyamanan yang dulu dirasakan ketika bekerja.
Menurut survei IDN Times pada 2026, sebanyak 26,9% responden mengaku tidak nyaman dengan pekerjaannya saat ini namun tetap bertahan. Sementara itu, 57,6% responden juga tetap bertahan meski sambil mencari peluang lain. Hanya segelintir yang berani untuk mengundurkan diri, yakni sebanyak 4,7%.
Kondisi ini lama kelamaan melahirkan perasaan negatif selama bekerja. Menurut survei yang sama, sebanyak 53,1% responden merasa lelah ketika bekerja, meski masih bisa terkendali.
Meski begitu, terdapat 17,3% responden yang merasa burnout. Burnout sendiri merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, hingga emosional yang berat akibat stres berkepanjangan, yang dalam hal ini utamanya dipicu oleh pekerjaan atau aktivitas harian.
Menariknya, burnout ini bukan serta-merta berarti pekerja tersebut tidak menyukai pekerjaannya. Menurut riset Workplace Happiness Index dari Jobstreet, sebanyak 82% pekerja Indonesia tercatat merasa bahagia di tempat kerja.
Namun, sebanyak 43% responden juga mengaku mengalami burnout. Menurut laporan tersebut, tingkat kesejahteraan mental pekerja Indonesia masih di bawah rerata global. Hal ini berarti suasana kerja yang menyenangkan bukan jadi jaminan bahwa karyawan akan sehat secara fisik dan mental.
Tidak berhenti sampai di situ, sebanyak 15,6% responden mengaku sering mengalami stres selama bekerja. Meski demikian, terdapat pula pekerja yang merasa betah dengan pekerjaannya, dibuktikan dengan 10,6% responden yang merasa kondisi mentalnya biasa saja selama bekerja, tidak baik dan tidak juga buruk, serta 3,4% responden yang merasa baik dan stabil.
Baca Juga: Tingkat Stress Pekerja ASEAN, Indonesia Posisi Berapa?
Job hugging menunjukkan semakin banyaknya pekerja di tanah air yang hanya bekerja dan bekerja tanpa benar-benar merasakan kepuasan dari pekerjaan tersebut. Mereka mengawali dan mengakhiri jam kerja tanpa mengharapkan nilai tambahan apa-apa selain upah yang diperoleh. Hal ini semakin buruk dengan kondisi ekonomi yang semakin menekan.
Daripada menghadapi pemasukan yang tidak pasti setelah mengundurkan diri, banyak pekerja Indonesia yang lebih memilih bertahan meski tidak nyaman dengan pekerjaannya.
Adapun survei dari IDN Times ini dilakukan pada Mei-Agustus 2026 dengan melibatkan 212 responden secara daring. Sebanyak 83,5% responden tinggal di Pulau Jawa, 52,4% merupakan Gen Z, 56,6% merupakan karyawan tetap, dan mayoritas bekerja di bidang media, kreatif, dan komunikasi.
Baca Juga: Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DcsgTnfAeVV/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Provinsi dengan Kerawanan Pangan Tertinggi 2025, NTT Paling Parah
Simak Rincian Nilai Tukar Pembudidaya Ikan Triwulan II 2026