28% Pekerja Rumah Tangga di Indonesia Lulusan SMP

Sekitar 28,39% pekerja rumah tangga merupakan lulusan SMP atau sederajat, menjadi kelompok terbesar dibanding jenjang pendidikan lainnya.

Tingkat Pendidikan Terakhir Pekerja Rumah Tangga Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Struktur pendidikan pekerja rumah tangga di Indonesia menunjukkan gambaran yang cukup kontras. Di satu sisi, profesi ini menjadi penopang penting bagi banyak rumah tangga, namun di sisi lain masih didominasi oleh tenaga kerja dengan tingkat pendidikan menengah ke bawah.

Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah kembali oleh LPEM FEB UI, rata-rata usia pekerja rumah tangga di Indonesia di kisaran 40 tahun. Ada pula pekerja rumah tangga yang berusia di bawah 18 tahun, namun jumlahnya relatif kecil.

Dari sisi pendidikan, mayoritas pekerja rumah tangga Indonesia berasal dari tingkat pendidikan rendah ke menengah. Sekitar 28,39% pekerja rumah tangga merupakan lulusan SMP atau sederajat, menjadi kelompok terbesar dibanding jenjang pendidikan lainnya. Angka ini mencerminkan bahwa lulusan SMP masih menjadi tulang punggung sektor pekerjaan domestik.

Baca Juga: 74% Publik Pilih Tak Pakai Asisten Rumah Tangga

Di bawahnya, terdapat 26,29% pekerja yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan dasar (tidak tamat SD), serta 18,97% yang merupakan lulusan SD atau sederajat. Sementara itu, lulusan SMA menyumbang 25,57%, menunjukkan bahwa sebagian pekerja rumah tangga juga berasal dari pendidikan menengah atas.

Yang paling kecil adalah lulusan sarjana, dengan proporsi hanya 0,79%. Angka ini menegaskan bahwa pekerjaan rumah tangga masih sangat jarang diisi oleh tenaga kerja berpendidikan tinggi, sekaligus mencerminkan adanya segmentasi pasar kerja berdasarkan tingkat pendidikan.

Data ini memperlihatkan bagaimana akses pendidikan dan peluang kerja saling berkaitan. Banyak individu dengan pendidikan terbatas yang masuk ke sektor ini karena rendahnya hambatan masuk serta kebutuhan ekonomi yang mendesak. Di sisi lain, minimnya keterampilan formal juga membuat mobilitas ke pekerjaan dengan nilai tambah lebih tinggi menjadi terbatas. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan, terutama bagi kelompok rentan.

Baca Juga: 14% Perempuan Indonesia Jadi Pencari Nafkah Utama Keluarga

Sumber:

https://lpem.org/perlindungan-pekerja-rumah-tangga-di-indonesia-progres-kebijakan-dan-tantangan-implementasi-labor-market-brief-april-2026/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook