Buku nonfiksi merupakan karya tulis informatif yang disusun berdasarkan fakta, data, realitas, atau kajian ilmiah, bukan hasil imajinasi atau rekaan. Berbeda dengan buku fiksi, buku ini bertujuan memberikan wawasan, pengetahuan, serta pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu topik dengan menggunakan bahasa yang denotatif atau bermakna sebenarnya.
Baca Juga: 7 Buku Fiksi Terfavorit Tahun 2025, Ada Favoritmu?
Melalui pendekatan tersebut, buku nonfiksi mampu menyajikan beragam perspektif, mulai dari sejarah, psikologi, isu sosial, hingga pengalaman personal penulis. Hal inilah yang membuat genre nonfiksi terus diminati dan relevan bagi pembaca dari berbagai latar belakang.
Setiap tahunnya, Goodreads melalui ajang Goodreads Choice Awards merilis daftar buku favorit berdasarkan suara pembaca. Dalam kategori buku nonfiksi terfavorit tahun 2025, total suara yang terkumpul mencapai 386.194 votes, menunjukkan tingginya antusiasme pembaca terhadap buku-buku inspiratif dan informatif.
Di posisi pertama, Everything Is Tuberculosis: The History and Persistence of Our Deadliest Infection karya John Green meraih 114.142 votes. Buku ini membahas sejarah panjang penyakit tuberkulosis serta bagaimana penyakit ini terus bertahan hingga saat ini, dipadukan dengan pendekatan naratif yang kuat dan mudah dipahami.
Di urutan kedua, The Let Them Theory: A Life-Changing Tool That Millions of People Can't Stop Talking About karya Mel Robbins memperoleh 78.705 votes. Buku ini mengangkat konsep sederhana tentang melepaskan kontrol terhadap orang lain dan fokus pada diri sendiri, yang banyak dianggap relevan dalam kehidupan modern.
Selanjutnya, One Day, Everyone Will Have Always Been Against This karya Omar El Akkad mendapatkan 35.077 votes. Buku ini membahas mengenai kemunafikan Barat terkait genosida di Gaza dan isu keadilan global. Buku ini juga menyoroti bagaimana narasi Barat sering dehumanisasi kelompok tertentu dan mempertanyakan nilai-nilai liberal saat menghadapi kekerasan brutal.
Di posisi keempat, The Serviceberry: Abundance and Reciprocity in the Natural World karya Robin Wall Kimmerer meraih 24.579 votes. Buku ini mengajarkan timbal balik dan rasa syukur, menantang sistem ekonomi kapitalis yang berbasis kelangkaan dengan mencontoh kemurahan hati alam.
Terakhir, Girl on Girl: How Pop Culture Turned a Generation of Women Against Themselves karya Sophie Gilbert memperoleh 19.691 votes. Buku ini mengulas bagaimana budaya populer membentuk cara pandang perempuan terhadap diri mereka sendiri, termasuk tekanan sosial dan standar yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Bukan Hanya Fiksi, Ini 10 Buku Nonfiksi Terbaik Indonesia yang Wajib Dibaca
Sumber:
https://www.goodreads.com/choiceawards/readers-favorite-nonfiction-books-2025