5 Subsektor dengan Realisasi Investasi Terbesar di Indonesia Semester I 2026

Subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya memimpin jumlah realisasi investasi hingga Rp150,4 triliun sepanjang Semester I 2026.

5 Subsektor dengan Realisasi Investasi Terbanyak di Indonesia

(Semester I 2026)

Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah berkaitan dengan aktivitas produksi barang dan jasa yang berlangsung di dalamnya. Investasi menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keberlangsungan kegiatan bisnis.

Kebutuhan modal setiap bidang usaha tidaklah sama karena dipengaruhi oleh skala dan karakteristik kegiatannya. Kondisi ini membuat nilai realisasi investasi tersebar dengan besaran berbeda pada berbagai subsektor ekonomi.

Adapun data realisasi investasi berdasarkan subsektor terhimpun dalam laporan Capaian Realisasi Investasi Periode Triwulan II dan Semester I 2026 yang dirilis oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Jika dilihat dari jumlah total realisasi penanaman modal, investasi asing tercatat di angka Rp507,64 triliun, sementara investasi dalam negeri sebesar Rp502,93 triliun. Realisasi penanaman modal tersebut diiringi penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1,45 juta jiwa sepanjang Semester I 2026.

Baca Juga: 5 Provinsi dengan Realisasi Investasi Tertinggi di Indonesia Semester I 2026

Subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya berada di puncak dengan realisasi investasi sebesar Rp150,4 triliun atau berkontribusi 14,9% terhadap total investasi. Capaian ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi mineral, termasuk besi dan baja untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat industri pengolahan dalam negeri.

Jarak yang semakin lebar tampak pada subsektor jasa lainnya dengan realisasi investasi sebesar Rp114,0 triliun atau setara 11,3%. Kategori ini mencakup beragam kegiatan, mulai dari web hosting, pusat data (data center), dan portal web hingga layanan rumah sakit.

Subsektor pertambangan mengekor di peringkat ketiga dengan perolehan Rp105,0 triliun atau 10,4%. Sepanjang Semester I 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menata tata kelola mineral dan batu bara untuk meningkatkan nilai tambah, serta menyejahterakan masyarakat sekitar tambang.

Berikutnya terdapat subsektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp102,7 triliun atau menyubang 10,2%. Pengembangan infrastruktur digital dan konektivitas menjadi fokus realisasi di masa depan, seiring meningkatnya kebutuhan ekonomi digital serta pergerakan barang dan jasa antardaerah.

Subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menutup daftar di angka Rp85,8 triliun atau berkontribusi sebanyak 8,5%. Jumlah ini ditopang oleh dominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor properti serta minat investor terhadap aset perkantoran premium yang menawarkan pendapatan stabil.

Baca Juga: 5 Subsektor dengan Realisasi Investasi Terbesar Januari-September 2025

Sumber:

https://bkpm.go.id/id/info/realisasi-investasi

Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc