55% Publik RI Tak Setuju Trump Menangkan Nobel Perdamaian

Sebaliknya, hanya 34% publik Indonesia yang mendukung Trump sebagai penerima Nobel Perdamaian.

Pandangan Publik RI bahwa Trump akan Memenangkan Nobel Perdamaian

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Nobel Peace Prize atau Penghargaan Nobel Perdamaian merupakan penghargaan internasional tahunan yang kepada individu atau organisasi yang dinilai berjasa besar dalam upaya perdamaian dunia.

Penghargaan ini diinisiasi atas wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit asal Swedia yang mewariskan hartanya untuk memberi penghargaan dalam lima kategori penghargaan, meliputi fisika, kimia, psikologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian.

Sepeninggalnya pada 10 Desember 1896, kelima kategori tersebut pertama kali diberikan pada tahun 1901, sebelum adanya satu kategori tambahan dari Bank Sentral Swedia, yaitu ekonomi pada tahun 1969.

Baca Juga: 10 Negara dengan Jumlah Pemenang Nobel Terbanyak Sepanjang Masa

Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos, sebanyak 55% publik Indonesia tidak setuju apabila Trump dinobatkan sebagai pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian. Angka ini sedikit lebih kecil dibandingkan rata-rata global dari total 30 negara yang disurvei, yaitu dengan proporsi 64%.

Sementara itu, persentase publik global yang mendukung Trump sebagai penerima Nobel Perdamaian hanya 21%, dengan porsi 34% suara dari responden Indonesia.

Sisanya, sebanyak 11% publik Indonesia tidak menyatakan pendapatnya terhadap isu ini, menandakan bahwa masih adanya ambiguitas publik terhadap kelayakan tokoh global sebagai penerima Nobel Perdamaian.

Tokoh oposisi sekaligus aktivis prodemokrasi asal Venezuela, Maria Corina Machado dinobatkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian 2025. Komite nobel yang beralamat di Osli, Norwegia menetapkan penghargaan ini pada Jumat (10/10/2025).

"Hadiah Nobel Perdamaian 2025 diberikan kepada sosok perempuan yang berani dan teguh memperjuangkan perdamaian, seorang tokoh yang terus menyalakan api demokrasi di tengah kegelapan yang kian pekat," demikian pernyataan Komite Nobel Norwegia.

Machado dinilai pantas menerima penghargaan ini karena dedikasinya yang gigih dalam memperjuangkan hak-hak demokratis rakyat Venezuela serta perjuangannya mewujudkan transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi.

Namun, Machado menyerahkan Nobel Perdamaian yang diterimanya kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Penyerahan tersebut dilakukan saat ia bertemu dengan Trump di Gedung Putih, Kamis (15/1/2025).

Adapun aksi penyerahan nobel tersebut dilakukan setelah Trump sebelumnya sempat menyinggung bahwa penghargaan Nobel Perdamaian 2025 seharusnya diberikan kepadanya.

Kendati demikian, Komite Nobel Norwegia menegaskan bahwa gelar Nobel Perdamaian tetap melekat pada individu pemenangnya, meski medalinya dapat diberikan kepada pihak lain.

“Terlepas dari apa yang terjadi pada medali, diploma, atau uang hadiah, yang tercatat dalam sejarah sebagai penerima penghargaan tetaplah penerima asli,” jelas Komite Nobel Norwegia dalam pernyataan tertulis, Sabtu (17/01/2026).

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.

Baca Juga: Trump hingga Xi Jinping, Inilah Pemimpin Paling Berpengaruh pada 2025

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook