7 Alasan Publik RI Enggan Punya Hewan Peliharaan

Ragu bisa merawatnya (44%) jadi kecenderungan publik Indonesia untuk tidak memelihara hewan, diikuti oleh tempat yang terbatas (39%) dan kendala biaya (37%).

7 Alasan Publik RI Tak Ingin Punya Hewan Peliharaan

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei Jakpat, alasan mayoritas publik Indonesia tidak ingin memelihara hewan peliharaan adalah dikarenakan masih adanya keraguan untuk bisa bertanggung jawab merawatnya, dengan proporsi 44%.

Menariknya, keraguan ini paling banyak dirasakan oleh kelompok Gen Z yang tampaknya sangat berhati-hati dalam mempertimbangkan komitmen jangka panjang sebagai pemilik hewan.

Baca Juga: Survei Intage: Orang Indonesia Rata-Rata Habiskan Rp1,41 Juta Sebulan buat Si "Anabul"

Selain faktor internal, masalah logistik juga menjadi sorotan. Sebanyak 39% responden mengeluhkan lahan hunian yang terbatas. Mereka merasa tempat tinggal saat ini terlalu kecil untuk memberikan ruang gerak yang layak bagi hewan peliharaan. Masalah ini menjadi juga keluhan utama bagi kalangan Gen X.

Di sisi lain, aspek ekonomi tetap menjadi ganjalan bagi 37% publik. Kelompok Gen Z kembali mendominasi kategori ini, dengan berpendapat belum memiliki kecukupan finansial untuk menanggung biaya pakan, kesehatan, hingga perawatan rutin hewan kesayangan.

Adapun kendala eksternal berupa tempat tinggal kini yang melarang pengadaan hewan peliharaan juga dipilih oleh sebagian kecil responden, dengan angka 15% yang masih didominasi golongan Gen Z.

Uniknya, tidak semua responden benar-benar enggan. Sebanyak 13% responden yang mayoritasnya adalah kaum Milenial sebenarnya sudah memiliki niat kuat, namun mereka masih berada dalam tahap riset untuk memilih jenis hewan yang paling cocok dengan gaya hidup mereka.

Terakhir, faktor masih belum mendapatkan izin dari keluarga juga dijadikan sebagai alasan belum ingin memiliki hewan peliharaan. Persentase publik yang memilih alasan ini sebanyak 13%, dengan dominasi Gen Z.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Pet Industry in Indonesia dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 9-10 Maret 2026, dengan total 1.254 responden yang didominasi oleh kelompok Milenial (51%), diikuti oleh Gen Z (37%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.

Baca Juga: Jejak 'Lost World' 12.000 Tahun Lalu di Sumba, Hewan Purba yang Pernah Hidup di Indonesia Timur

Sumber:

https://insight.jakpat.net/pet-industry-in-indonesia/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook