Mayoritas masyarakat Indonesia menilai bahwa kondisi demokrasi di Tanah Air saat ini berada dalam kategori positif. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam survei bertajuk Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila, sebanyak 73,9% responden menilai Indonesia demokratis, dengan rincian 12,3% menyatakan Indonesia sangat demokratis dan 61,6% cukup demokratis.
Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sistem demokrasi masih relatif kuat di tengah berbagai dinamika politik yang terjadi.
Baca Juga: Potret Praktik Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat
Meski demikian, tidak sedikit pula yang memberi pandangan kritis. Sebanyak 20,1% responden menilai Indonesia kurang demokratis, dan 2,4% menyatakan tidak demokratis sama sekali. Sementara itu, 3,5% responden tidak tahu atau tidak menjawab (TT/TJ).
Temuan ini menggambarkan bahwa meskipun mayoritas publik merasa Indonesia telah berada di jalur demokrasi, masih ada ruang evaluasi terhadap kualitas pelaksanaannya. Persepsi publik yang beragam ini menjadi indikator penting dalam melihat sejauh mana demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga dirasakan secara substantif oleh masyarakat.
Lebih lanjut, LSI juga mengungkapkan bahwa 69,8% responden tercatat puas dengan jalannya demokrasi di Indonesia, dengan rincian 9,5% sangat puas dan 60,3% cukup puas. Hanya 25,2% yang merasa kurang puas dan 2,2% tidak puas sama sekali, menegaskan adanya peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia, namun tidak menutup ruang untuk perbaikan.
Adapun survei ini melibatkan 2.020 responden berusia 17 tahun atau lebih pada 4-12 Maret 2026, dengan margin of error sebesar +/-2,2% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).
Baca Juga: Persepsi Penerapan Pancasila dari Kacamata Gen Z
Sumber:
https://www.lsi.or.id/post/rilis-lsi-12-april-2026