Usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD akhir-akhir ini kembali mencuat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara langsung mempertegas usulan ini di depan Presiden RI Prabowo Subianto pada Desember 2025.
"Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPRD kabupaten/kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” tutur Bahlil dalam sambutannya di peringatan HUT ke-61 Golkar, Jumat (5/12/2025), mengutip Kompas.
Usulan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sejauh ini, PDIP menjadi satu-satunya partai di parlemen yang menolak usulan tersebut.
Baca Juga: 5 Parpol Setuju atas Usulan Pilkada oleh DPRD, Apa Saja?
Menurut survei Litbang Kompas, mayoritas responden ternyata juga tidak setuju dengan usulan pilkada lewat DPRD. Survei ini melibatkan 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi pada 8-11 Desember 2025 melalui wawancara telepon, dengan margin of error sebesar 4,24% dan tingkat kepercayaan 95%.
Hasilnya, sebanyak 77,3% responden memilih pilkada secara langsung. Temuan ini tak lepas dari semangat demokrasi dan partisipasi yang ingin diperjuangkan di kalangan masyarakat. Sebanyak 46,2% responden merasa pilkada langsung akan lebih demokratis dan menjamin partisipasi. Selain itu, 35,5% responden menilai pemilih berkesempatan menentukan calon yang lebih berkualitas ketimbang dipilih oleh DPRD.
Lebih lanjut, hanya 5,6% responden yang setuju kepala daerah dipilih langsung oleh DPRD, dan 15,2% merasa kedua pilihannya sama saja. Sisanya 1,9% responden menjawab tidak tahu.
Baca Juga: Sentimen Warganet X terhadap Isu Pilkada lewat DPRD
Sumber:
https://www.kompas.id/artikel/jajak-pendapat-kompas-demokrasi-jadi-alasan-utama-publik-ingin-pilkada-langsung?open_from=Riset_Litbang_Page