80% Publik Harap Pemerintah Susun Target Penurunan Emisi Karbon 2026

Hanya 14% responden Indonesia yang tidak setuju pemerintah akan membuat target penurunan emisi karbon yang tegas pada tahun 2026.

Keyakinan Publik bahwa Pemerintah Membuat Target Penurunan Emisi Karbon yang Tegas

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos, sebanyak 80% publik Indonesia berharap pemerintah menargetkan penurunan emisi karbon yang lebih tegas pada tahun 2026. Angka ini lebih besar dari rata-rata global terhadap total 30 negara yang disurvei, yaitu dengan proporsi sebesar 48%.

Selain itu, persentase tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang paling optimis bahwa pemerintahnya akan menetapkan target penurunan emisi karbon yang tegas dibanding negara lain. Indonesia disusul oleh dua negara Asia Tenggara lainnya, Singapura dan Malaysia dengan persentase berturut-turut 73% dan 69%.

Namun, tingkat optimisme ini menurun 4% dari tahun sebelumnya. Pada survei tahun 2024, publik Indonesia yang yakin bahwa pemerintah akan menargetkan penurunan emisi karbon sebanyak 84%.

Di sisi lain, sebanyak 14% responden menyatakan sikap tidak setuju terkait target penurunan emisi karbon oleh pemerintah pada tahun 2026, atau separuh dari rata-rata dunia yang besarnya 37%.

Adapun terdapat 6% publik yang tidak menjawab survei ini, menandakan adanya keraguan terkait rencana dan implementasi kebijakan penurunan emisi karbon dari pemerintah.

World Bank mencatat hingga 2024, emisi karbon dioksida (CO2) di Indonesia telah mencapai angka 812,2 juta ton CO₂ ekuivalen (CO₂e). Nilai ini naik sekitar 58,5% dibandingkan dengan kondisi pada sedekade sebelumnya, yaitu menyentuh 512,4 juta ton CO₂e pada tahun 2014.

Baca Juga: Emisi Karbon di Indonesia Terus Meningkat

Angka ini mencakup perhitungan emisi yang berasal dari sektor pertanian, energi, limbah, dan industri, dengan tidak melibatkan faktor penggunaan lahan serta perubahan penggunaan lahan dan kehutanan atau Land Use, Land-Use Change and Forestry (LULUCF).

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan target pengurangan emisi CO₂ sebesar 1,2-1,5 miliar ton CO₂e hingga 2035 sebagai bagian dari komitmen terhadap Paris Agreement di forum internasional Conference of the Parties ke-30 (COP30).

"Kami datang ke Belém dengan komitmen yang kuat terhadap Perjanjian Paris dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih awal," tekad Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI), Hanif Faisol Nurofiq dalam pelaksanaan COP30 di Belém, Brasil, Senin (17/11/2025).

Untuk mendukung aksi dan strategi iklim, Indonesia telah memiliki serangkaian regulasi, seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tentang Konversi Sampah Menjadi Energi dan Perpres Nomor 110 tentang Penetapan Harga Karbon.

"Instrumen-instrumen ini berfungsi sebagai komponen kunci kerangka kerja nasional untuk pembiayaan dekarbonisasi dan pengelolaan emisi gas rumah kaca," imbuhnya.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.

Baca Juga: Simak Target Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia 2025-2029

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook