Akses terhadap pendidikan perguruan tinggi masih menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Di tengah dorongan peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan belajar, partisipasi masyarakat dalam perguruan tinggi menjadi indikator yang kerap diperhatikan untuk melihat sejauh mana peluang tersebut benar-benar dapat diakses.
Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana akses pendidikan perguruan tinggi dapat dijangkau oleh masyarakat.
Baca Juga: 22% Pekerja Muda RI Bekerja di Bawa Kualifikasi Pendidikannya
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), APK perguruan tinggi menurut jenis kelamin sepanjang periode 2021–2025 menunjukkan pola yang relatif konsisten, di mana tingkat partisipasi perempuan selalu berada di atas laki-laki. Kelompok umur perguruan tinggi yang digunakan dalam data BPS ini adalah penduduk berusia 19–23 tahun.
Pada 2021, APK perguruan tinggi laki-laki tercatat sebesar 29%, sementara perempuan mencapai 33,42%. Kesenjangan partisipasi ini berlanjut pada 2022. Saat itu, APK laki-laki sedikit menurun menjadi 28,91%, sedangkan APK perempuan justru meningkat ke 33,55%, sehingga selisih partisipasi keduanya berada di kisaran 4,6 poin persentase.
Memasuki 2023, APK laki-laki mengalami kenaikan tipis menjadi 29,12%. Namun, peningkatan juga terjadi pada perempuan yang mencapai 33,87%, sehingga jarak partisipasi antara keduanya tetap terjaga. Tren tersebut berlanjut pada 2024, ketika APK laki-laki kembali turun ke 28,89%, sementara APK perempuan meningkat cukup signifikan menjadi 35,23%.
Kesenjangan partisipasi mencapai titik tertingginya pada 2025. APK perguruan tinggi laki-laki tercatat sebesar 29,88%, sedangkan perempuan melonjak hingga 35,98%. Selisih partisipasi sekitar 6,1 poin persentase ini menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
Secara keseluruhan, selama periode 2021–2025, APK perguruan tinggi perempuan meningkat lebih dari 2,5 poin persentase, sementara partisipasi laki-laki cenderung stagnan. Data tersebut menunjukkan adanya pergeseran partisipasi pendidikan di perguruan tinggi yang semakin didominasi oleh perempuan, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai faktor sosial, ekonomi, serta pilihan jalur karier yang memengaruhi keputusan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Tingkat Partisipasi Anak Indonesia dalam Pendidikan Prasekolah Terus Naik
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ0NiMy/angka-partisipasi-kasar--apk--perguruan-tinggi--pt--menurut-jenis-kelamin.html