Pertumbuhan volume kendaraan bermotor di Jawa Barat terus menunjukkan angka yang signifikan. Sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia, tingginya mobilitas masyarakat secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kepemilikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Tren ini tidak hanya mencerminkan laju aktivitas ekonomi yang dinamis, melainkan juga menjadi tantangan besar bagi tata kelola infrastruktur transportasi dan lalu lintas di tingkat kabupaten maupun kota.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat untuk tahun 2025, konsentrasi kepemilikan kendaraan bermotor tampak sangat terpusat di kawasan aglomerasi dan penyangga ibu kota.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Kendaraan Bermotor Terbanyak di Jawa Timur, Surabaya Mendominasi
Kabupaten Bogor secara definitif menempati urutan pertama dengan akumulasi jumlah kendaraan bermotor tertinggi yang mencapai 1.824.789 unit. Tingginya angka di wilayah ini sejalan dengan luasnya cakupan geografis serta padatnya aktivitas komuter harian warga menuju Jakarta.
Posisi kedua dan ketiga dikuasai oleh kawasan industri penyangga timur Jakarta. Kabupaten Bekasi mencatatkan angka 1.622.679 unit, disusul secara ketat oleh Kota Bekasi dengan 1.532.991 unit.
Sementara itu, Kota Bandung yang berstatus sebagai ibu kota provinsi justru berada di urutan keempat dengan kepemilikan kendaraan mencapai 1.527.139 unit. Daftar lima besar ini kemudian ditutup oleh Kota Depok yang mencatatkan pergerakan total 1.228.146 unit kendaraan.
Dominasi kawasan penyangga Jakarta dan Bandung Raya ini terus berlanjut hingga ke urutan sepuluh besar. Kabupaten Bandung mengisi posisi keenam dengan 1.161.953 unit, diikuti oleh kawasan industri Kabupaten Karawang di urutan ketujuh dengan 919.562 unit.
Posisi selanjutnya secara berturut-turut ditempati oleh Kabupaten Cirebon dengan 778.810 unit, Kabupaten Bandung Barat dengan 665.606 unit, dan Kabupaten Sukabumi yang menggenapi sepuluh besar melalui catatan 573.978 unit.
Pemusatan jumlah kendaraan di wilayah penyangga kota besar ini memperlihatkan sebuah pola mobilitas komuter yang sangat masif. Kepadatan volume kendaraan ini tentu harus diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur jalan, perluasan akses transportasi publik massal, serta kebijakan rekayasa lalu lintas yang komprehensif.
Tanpa adanya intervensi tata ruang dan pemerataan sarana transportasi terintegrasi, lonjakan kepemilikan kendaraan pribadi ini berpotensi memicu kemacetan parah yang bermuara pada kerugian ekonomi serta degradasi kualitas lingkungan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Sepeda Motor Terbanyak 2025
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/3/VjJ3NGRGa3dkRk5MTlU1bVNFOTVVbmQyVURSTVFUMDkjMw==/jumlah-kendaraan-bermotor-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-kendaraan-di-provinsi-jawa-barat-unit-.html