Daftar Negara Penghasil Biofuel Terbanyak

Indonesia menempati posisi ketiga dengan angka produksi sebesar 194 TBOEs/hari.

Negara Penghasil Biofuel Terbanyak 2023

Sumber: World Population Review
GoodStats

Biomassa merupakan bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan limbah organik, yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan biomassa sebagai biofuel, listrik, dan panas dapat dilakukan melalui proses pembakaran, fermentasi, atau gasifikasi.

Siklus karbon yang lebih seimbang dibandingkan bahan bakar fosil membuat biomassa dianggap sebagai energi terbarukan. Berdasarkan data World Population Review, produksi biofuel global terus meningkat pada tahun 2023, dengan Amerika Serikat, Brasil, dan Indonesia menjadi tiga negara penghasil terbesar.

Data terbaru menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS) memimpin produksi dengan 804 ribuan barel setara minyak per hari (TBOEs/hari). AS juga membuat etanol dari jagung dan menggunakan biofuel ini untuk menghasilkan listrik dan mencampurnya dengan bensin untuk keperluan transportasi.

Posisi produsen biofuel terbesar kedua ditempati oleh Brasil yang mencatatkan 455 TBOEs/hari. Meskipun bukan produsen biofuel terbesar, Brasil memimpin dalam penggunaan biomassa, negara ini berkomitmen untuk menjadi pengguna etanol terbesar di dunia yang terbuat dari tebu.

Sementara itu, Indonesia menempati posisi ketiga dengan angka produksi sebesar 194 TBOEs/hari. Potensi bioenergi Indonesia sebagai sumber energi masa depan sangatlah besar.

"Indonesia mempunyai potensi bioenergi sumber biomassa yang sangat besar yaitu setara dengan 56,97 GW listrik dan tahun 2060, Indonesia akan membangun lebih dari 700 GW pembangkit energi terbarukan, dimana 60 GW berasal dari pembangkit listrik bioenergi," ujar Ego Syahrial, mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, dikutip Kamis (27/3/2025).

Adapun, negara lain dalam daftar adalah China (78 TBOEs/hari), Jerman (72 TBOEs/hari), India (49 TBOEs/hari), Thailand (39 TBOEs/hari), dan Belanda (37 TBOEs/hari). Sedangkan Prancis dan Spanyol mencatatkan jumlah produksi yang lebih kecil, masing-masing sebesar 34 dan 28 TBOEs/hari

Temun ini menunjukkan bahwa Indonesia berpeluang memperkuat posisinya di pasar biomassa global dan mendukung transisi energi berkelanjutan. Pemerintah dan industri diharapkan terus mendorong pertumbuhan investasi dan inovasi agar sektor ini dapat tumbuh lebih pesat di masa mendatang.

Baca juga: Cek Peringkat Indonesia di Indeks Transisi Energi ASEAN 2024

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook