Duka untuk Driver Ojol, 66% Publik Punya Pengalaman Buruk dengan Polisi

Kematian Affan, driver ojol yang dilindas mobil rantis pada aksi demonstrasi 28 Agustus 2025, membawa luka. 66% publik mengaku polisi benar berkelakuan buruk.

Proporsi Publik yang Pernah Alami Pengalaman Buruk dengan Polisi

(Juni 2025)
Ukuran Fon:

Pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brigade Mobil (Brimob) polisi pada aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025) telah meninggal dunia.

Affan dilindas mobil taktis saat polisi hendak menghalau massa demonstran di kawasan Rumah Susun (rusun) Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat. Kronologinya, semula polisi menahan demonstran di area pom bensin Pejompongan. Sekitar pukul 19.25 WIB pada Kamis malam tersebut, mobil rantis tersebut tiba-tiba melaju kencang di tengah jalan tanpa memperhatikan massa yang berkumpul.

"Ada ojol yang terjatuh dan tertabrak. Tapi mobil tidak berhenti, melainkan terus maju dan melindas korban," tutur Kevin, salah satu saksi mata yang tinggal di rusun tersebut.

Selain melindas pengemudi ojol, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah rusun.

"Penghuni rusun di lantai sepuluh masih mencium gas air mata," tambahnya.

Menurut Kevin, gas air mata tersebut ditembakkan polisi dari jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari gerbang masuk rusun, sehingga lansia dan anak-anak yang ada di dekat gerbang pun turut jadi korban.

Hal ini menjadi pembuktian dari survei yang dirilis oleh GoodStats terkait Penilaian Pengalaman Masyarakat Indonesia terhadap Pelayanan Polisi Tahun 2025. Survei dengan responden sebesar 1.000 orang tersebut menyatakan bahwa sebanyak 66,2% publik mengaku pernah mengalami pengalaman buruk atau kurang menyenangkan dengan polisi.

Persentase yang lebih dari setengah ini membunyikan alarm keras bahwa ada masalah serius dalam cara aparat menjalankan fungsinya. Sisanya, hanya sebanyak 33,8% responden merasa belum pernah mengalami kejadian buruk ketika berurusan dengan polisi.

Pengambilan data dalam survei ini dilakukan pada 8-20 Juni 2025, dengan metode yang digunakan adalah online survey kemudian diperkuat dengan kualitatif Forum Group Discussion (FGD) kepada perwakilan responden.

Sebagai pilar penegak hukum dan penjaga keamanan, polisi semestinya menjadi pelindung masyarakat, bukan sebagai ancaman. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian masih sangat rendah. Sudah saatnya reformasi di tubuh kepolisian dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar retorika.

Baca Juga: Survei GoodStats 2025: Mayoritas Masyarakat Masih Ragu pada Polisi

Sumber:

https://goodstats.id/publication/polisi-baik-polisi-buruk-bagaimana-kesan-di-mata-publik-tahun-2025-csN2U

https://www.tempo.co/hukum/pengemudi-ojol-yang-dilindas-mobil-rantis-polisi-meninggal--2064147

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook