Ekonomi Jadi Faktor yang Paling Pengaruhi Sektor Pariwisata Internasional, Tembus 51%
Faktor ekonomi menjadi yang paling berpengaruh terhadap lanskap pariwisata internasional, persentasenya mencapai 51%.
10 Faktor Utama yang Menghambat Pariwisata Internasional
(Januari 2026)
Unduh
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 mencoba merangkum arah perkembangan pariwisata di Indonesia yang dianalisis berdasarkan tren global, tren pariwisata nasional, maupun pelibatan para ahli untuk melakukan experts survey dan wawancara dengan pelaku usaha pariwisata.
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 kembali menegaskan publikasi World Economic Outlook Juli 2026 oleh International Monetary Fund (IMF) terkait pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya 3% pada tahun 2026 dan diproyeksikan tumbuh 3,4% pada tahun 2027, lebih rendah daripada periode sebelumnya.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian global berada di ambang perlambatan karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik, memengaruhi variabel aktif sektor pariwisata, seperti arus kunjungan dan biaya perjalanan.
Baca Juga: Anggaran Fungsi Pariwisata Tumbuh 88% dalam RAPBN 2027
Berdasarkan World Tourism Barometer yang tertera dalam Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), ekonomi menjadi faktor utama teratas yang menghambat pariwisata internasional, persentasenya mencapai 51%. Dalam hal ini, adanya perubahan daya beli dan perlambatan pertumbuhan menjadi bahan pertimbangan pariwisata.
Posisi kedua hingga ketiga disusul oleh risiko geopolitik serta tingginya biaya transportasi dan akomodasi dengan persentase yang serupa, yakni 45%.
Mobilitas wisatawan global juga dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan konsumen yang menempati posisi ketiga sebesar 26%, diikuti oleh persyaratan perjalanan sebanyak 19% dan kenaikan tarif perdagangan dengan persentase 16%.
Lebih lanjut, kepadatan pengunjung destinasi turut menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pariwisata internasional, persentasenya hanya selisih 1% dari faktor sebelumnya, yakni 15%. Sementara itu, cuaca ekstrem menduduki urutan kedelapan dengan persentase yang mencapai 14%.
Menutup daftar faktor utama yang paling menghambat pariwisata internasional, masalah penerbangan serta konflik Rusia/Ukraina memperoleh persentase yang sama, yakni sebesar 11%.
Dengan demikian, kondisi geopolitik yang di dalamnya terdapat hubungan politik antardua negara atau lebih juga turut memengaruhi pilihan destinasi wisatawan, khususnya ketika lingkungan politik yang tidak stabil dapat menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan membahayakan keselamatan wisatawan.
Selain itu, kondisi geopolitik yang memburuk dan bergejolak akan berdampak negatif terhadap pembangunan pariwisata internasional yang berkelanjutan. Oleh karenanya, stabilitas politik menjadi krusial bagi keberhasilan pariwisata internasional.
Meskipun begitu, minat masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan pariwisata menunjukan bahwa permintaan wisata internasional masih cukup terjaga, sehingga memberikan peluang bagi destinasi yang mampu menawarkan pengalaman berkualitas di tengah lanskap global yang dinamis.
Baca Juga: ASEAN Terima 147 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2025, Terbanyak ke Malaysia
Sumber:
https://api.kemenpar.go.id/storage/app/uploads/public/6ab/73d/195/6ab73d195f16c296637386.pdf
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Taman Lingkungan Terluas di Jakarta pada 2025
Jaksel Puncaki Jumlah Mal di DKI Jakarta