Di tengah masyarakat yang semakin majemuk, sikap toleran menjadi kunci untuk menjaga harmoni. Perbedaan cara beribadah, tradisi, dan pemahaman keagamaan bukan lagi hal yang asing. Cara setiap generasi memandang dan menyikapi perbedaan tersebut menjadi semakin menarik untuk diperhatikan, terutama ketika perubahan sosial, teknologi, dan budaya ikut memengaruhi pola pikir dan sikap keberagamaan.
Baca Juga: Toleransi Tinggi, 45% Non-Muslim Mengaku Mendapat Daging Kurban Iduladha
Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research merilis Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025. Survei ini dilakukan secara kuantitatif melibatkan 1.208 responden Muslim dari 34 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini tercatat sebesar 2,89%.
Terdapat beberapa indikator dalam menilai tingkat toleransi beragama antargenerasi, yakni penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela, tidak melakukan persekusi, dan tidak menyebarkan ujaran kebencian.
Menariknya, Gen Z menempati posisi tertinggi dibandingkan generasi lainnya, sebesar 80,03. Di bawahnya terdapat Gen X dengan skor 78,97, disusul Baby Boomers sebesar 78,81, dan Milenial sebesar 78,77. Angka-angka ini menunjukkan bahwa generasi yang lahir dan tumbuh bersama perkembangan internet dan media sosial justru memiliki tingkat penerimaan lebih besar terhadap perbedaan praktik keagamaan. Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, turut memberi tanggapan terkait survei ini.
"Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain," ujarnya mengutip laman Kemenag (31/12/2025).
Meski demikian, hasil survei ini bukan berarti generasi lain tidak toleran. Perbedaannya relatif tipis, sehingga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya sudah memiliki kesadaran pentingnya hidup berdampingan secara damai. Karena itu, penguatan toleransi tetap perlu diteruskan melalui pendidikan, keteladanan para tokoh, serta kebijakan yang mendorong kerukunan. Dengan cara ini, keunggulan Gen Z dalam hal toleransi dapat menjadi modal sosial penting bagi masa depan Indonesia yang lebih damai dan harmonis, tanpa mengabaikan nilai-nilai keimanan yang diyakini setiap pemeluk agama.
Baca Juga: 3 Kota di Jawa Tengah Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran 2024
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DTFaIF_D_0X/?igsh=MWRuN3I3dWxvODU2dQ==