Harga Telur Ayam Cenderung Stabil Awal 2026, Ini Provinsi Termahal

Harga telur ayam terpantau relatif stabil pada awal 2026 dengan rata-rata harga Rp31.450 per kg, Papua menjadi yang termahal dengan Rp41.000 per kg.

10 Provinsi dengan Harga Telur Ayam Termahal

(Per 30 Januari 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga telur ayam ras segar di pasar tradisional terpantau relatif stabil pada akhir Januari 2026. Per 30 Januari 2026, rata-rata harga telur ayam di pasar tradisional secara nasional berada di kisaran Rp31.450 per kilogram.

Pergerakan harga antarwilayah tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu jauh, menandakan bahwa pasokan dan distribusi telur ayam masih berada dalam kondisi yang cukup terjaga di berbagai daerah.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Curah Terjaga, Ini Daftar Provinsi Termahal Awal 2026

Meski demikian, sejumlah provinsi mencatatkan harga telur ayam yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Papua menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan harga telur ayam ras segar termahal, mencapai Rp41.000 per kilogram. Tingginya harga ini mencerminkan tantangan distribusi dan biaya logistik di wilayah timur Indonesia.

Di urutan berikutnya, Maluku Utara mencatat harga sebesar Rp38.750 per kilogram, disusul Papua Barat dengan Rp38.050 per kilogram serta Gorontalo yang berada di level Rp37.900 per kilogram. Lima besar provinsi dengan harga tertinggi dilengkapi oleh Maluku, yang menjual telur ayam seharga Rp37.000 per kilogram.

Selain itu, Kepulauan Bangka Belitung mematok harga di kisaran Rp33.750 per kilogram, diikuti Sumatra Utara sebesar Rp33.600 per kilogram dan Nusa Tenggara Timur di angka Rp33.150 per kilogram. Adapun Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara mencatat harga yang hampir seragam, masing-masing Rp32.950 dan Rp32.700 per kilogram.

Rentang harga yang relatif berdekatan antarprovinsi tersebut mengindikasikan bahwa distribusi telur ayam secara umum berjalan cukup merata di berbagai wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa rantai pasok telur ayam masih mampu merespons kebutuhan pasar, meski terdapat perbedaan karakteristik geografis dan tantangan logistik di tiap daerah.

Ke depannya, penguatan koordinasi antardaerah serta penerapan kebijakan pangan yang tepat sasaran menjadi krusial untuk mempertahankan kondisi tersebut. Upaya menjaga kelancaran distribusi, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga di tingkat konsumen diharapkan mampu memastikan telur ayam tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Stabilitas harga ini tidak hanya penting untuk melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Provinsi dengan Harga Cabai Rawit Merah Termahal 2026, Teratas hampir Rp100 Ribu!

Sumber:

https://www.bi.go.id/hargapangan/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook