Jumlah Pengguna QRIS Tembus 59 Juta pada Q4 2025

Wilayah Jawa menjadi kontributor terbesar dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 40,83 juta, disusul Sumatra sebanyak 10,4 juta pengguna.

Jumlah Pengguna Menurut Pulau

(Kuartal IV 2025)
Ukuran Fon:

Seiring meningkatnya transaksi nontunai, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu metode pembayaran digital yang paling banyak digunakan di Indonesia. Meski pertumbuhannya terus berlanjut, tingkat adopsi QRIS di setiap wilayah menunjukkan perkembangan yang berbeda, mencerminkan kesiapan ekosistem digital yang belum sepenuhnya merata.

Berdasarkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS secara nasional pada Kuartal IV 2025 tercatat mencapai 59,53 juta, meningkat dibandingkan pada Kuartal IV 2024 yang sebesar 55,43 juta.

Baca Juga: QRIS Tumbuh Pesat Sepanjang 2025, Jumlah Pengguna Tembus 59 Juta Orang

Angka tersebut menegaskan bahwa QRIS telah digunakan secara luas sebagai metode pembayaran digital di seluruh Indonesia. Namun, distribusi pengguna di berbagai wilayah masih menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan.

Wilayah Jawa menjadi kontributor terbesar dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 40,83 juta. Dominasi ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi, kepadatan penduduk, serta infrastruktur digital yang relatif lebih matang dibandingkan wilayah lainnya. Jawa juga menjadi pusat transaksi ritel dan UMKM, yang turut mendorong adopsi QRIS secara masif.

Di luar Jawa, Sumatra memimpin dengan 10,4 juta pengguna QRIS. Angka ini menunjukkan potensi pertumbuhan pembayaran digital yang cukup besar, terutama di kota-kota besar dan kawasan perdagangan utama. Sementara itu, Sulawesi mencatat 3,38 juta pengguna, diikuti Kalimantan dengan 2,95 juta pengguna.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) memiliki jumlah pengguna QRIS sebesar 1,98 juta. Meski relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain, sektor pariwisata dan UMKM di kawasan ini menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan QRIS, terutama untuk transaksi berbasis layanan dan wisata.

Data dari LPI ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS di Indonesia telah berkembang pesat, tetapi masih terkonsentrasi di wilayah tertentu. Selain dari sisi jumlah pengguna, akselerasi transaksi QRIS juga terus berlanjut. Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi QRIS sebesar 139,99% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Transaksi QRIS Nasional Tembus Rp60.000 Triliun

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/LPI/default.aspx

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook