Media sosial kini bukan sekadar ruang berbagi informasi atau hiburan, namun telah menjadi wadah bagi publik membentuk dan menilai makna kebahagiaan. Media sosial memberi ruang untuk berekspresi dan saling terkoneksi, membangun rasa keterhubungan yang sebelumnya sulit dicapai. Namun, budaya perbandingan dan tuntutan validasi sosial mendorong seseorang untuk menampilkan hanya yang terbaik di setiap postingan. Makna kebahagiaan pun turut bergeser.
Survei Diginex yang bekerja sama dengan Inventure dan ivosights menyebutkan bahwa 79% responden merasa media sosial memengaruhi cara mereka memaknai kebahagiaan. Kebahagiaan bukan lagi semata soal kesejahteraan batin, namun bagaimana bisa terlihat baik di hadapan publik digital.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pengguna Instagram Tertinggi Ke-4 di Dunia
Lebih lanjut, kini 17,17% responden merasa kebahagiaan mereka sangat ditentukan oleh pencapaian karier. Banyak yang membagikan kegiatan sehari-hari mereka ketika bekerja di gedung-gedung tinggi dan perusahaan besar, semakin mendorong orang-orang untuk mencapai stabilitas karier. Kemapanan dan pekerjaan pun menjadi indikator utama kebahagiaan saat ini.
Selain itu, keharmonisan keluarga juga jadi indikator yang paling memengaruhi kebahagiaan bagi 15,09% responden. Tidak sedikit publik figur yang membagikan kehidupan pernikahan yang harmonis dan keluarga yang bahagia. Tidak heran jika alih-alih karier, banyak pula yang mengutamakan keharmonisan keluarga.
Terakhir, 14,91% memilih stabilitas finansial menjadi indikator penentu kebahagiaan. Di tengah perubahan ekonomi dan tekanan biaya hidup yang kian terasa, stabilitas finansial semakin dipandang sebagai salah satu fondasi utama kebahagiaan. Aman secara ekonomi, punya pendapatan yang cukup, dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari jadi faktor penting yang membangun kepuasan hidup.
Adapun survei ini melibatkan total 625 responden yang mayoritas berdomisili di Jabodetabek. Sebanyak 69% responden merupakan Gen Z, 26% Milenial, dan 3% merupakan Gen X dari ragam profesi dan latar belakang, memberi gambaran komprehensif lintas generasi mengenai tren digital di Indonesia pada 2026.
Baca Juga: Inilah Media Sosial yang Paling Sering Dipakai di Indonesia
Sumber:
https://diginex.id/download.html