Perkuat Pariwisata, Pemerintah Akan Sertifikasi 2 Ribu SDM dalam RAPBN 2026

Fungsi Pariwisata mendapatkan alokasi sebanyak Rp3 triliun dalam RAPBN 2026, dengan salah satu targetnya adalah fasilitasi sertifikasi SDM sebanyak 2 ribu orang.

Perkembangan Anggaran Fungsi Pariwisata

(2021-2026)
Ukuran Fon:

Demi memperkuat sektor pariwisata, pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 akan memfasilitasi sertifikasi sebanyak 2.000 sumber daya manusia (SDM) yang bergerak di bidang ini.

Dalam realisasinya, Indonesia telah memperkuat kerja sama dengan Austria dalam vokasi atau kejuruan pariwisata yang diwujudkan melalui bantuan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi.

“Kejuruan pariwisata sangat dibutuhkan saat ini. Bagi adik-adik, manfaatkan fasilitas yang ada dan saya yakin setelah lulus pelatihan, dapat sertifikat, maka adik memiliki sesuatu dan bisa bersaing dengan para pencari kerja yang lain,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menker) RI, Yassierli di Jakarta, Selasa (12/8).

Ia menegaskan kerja sama ini menunjukkan pentingnya kemitraan global dalam pembangunan sumber daya manusia dan sesuai program Asta Cita presiden dalam pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Selain memfasilitasi sertifikasi SDM, pemerintah juga menargetkan pelaksanaan 17 kegiatan promosi pariwisata yang direncanakan dapat meningkatkan daya tarik destinasi Indonesia. Sektor ekonomi kreatif pun mendapatkan dukungan melalui 11 promosi produk subsektor musik.

Tak hanya itu, untuk menunjang bidang olahraga, pemerintah juga mendorong penyelenggaraan 2 kejuaraan multi event olahraga prestasi di tingkat regional maupun internasional sebagai upaya memperkuat daya saing dalam kompetisi di sektor ini.

Pada tahun 2021, Fungsi Pariwisata mendapat alokasi sebanyak Rp4,1 triliun. Anggaran ini cenderung stabil pada tahun berikutnya hingga mengalami kenaikan sebesar 9,7% dengan capaian Rp4,5 triliun pada tahun 2023, sekaligus menjadi tahun dengan anggaran terbesar untuk fungsi ini sejak 4 tahun terakhir.

Kendati demikian, dana yang ditujukan untuk Fungsi Pariwisata pada tahun 2024 dan outlook 2025 mengalami penyusutan, dengan persentase pengurangan masing-masing sebesar 14,1% dan 29%. Pada tahun ini, biaya yang dihabiskan untuk fungsi ini diperkirakan hanya sebesar Rp2,8 triliun.

RAPBN 2026 menempatkan alokasi yang disasar untuk Fungsi Pariwisata sebanyak Rp3 triliun. Dengan pertumbuhan sebesar 7,1%, biaya ini diharap dapat meningkatkan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan sehingga dapat menjadi pendorong utama citra bangsa di mata dunia.

Baca Juga: Pemerintah Target Tangani 411 Kasus Judi dalam RAPBN 2026

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1TsimTqqDXN_LvhRMLac-QcIOj8I-V4_P/view

https://www.tempo.co/ekonomi/kemnaker-perkuat-kerja-sama-dengan-australia-lewat-vokasi-dan-kejuruan-pariwisata-2057860

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook