Politik Uang Jadi Masalah Pemilu yang Paling Disoroti 49% Anak Muda RI

Sebanyak 49% anak muda menilai politik uang sebagai masalah utama dalam pemilu, disusul dinasti politik 36% dan kualitas calon 29%.

Masalah Pemilu yang Paling Disoroti Anak Muda RI

(Tahun 2026)

Pemilu tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas demokrasi di Indonesia. Bagi generasi muda, persoalan yang muncul dalam proses pemilu turut memengaruhi bagaimana mereka melihat sistem politik dan menentukan pilihan. Salah satu masalah yang paling mendapat perhatian adalah praktik politik uang.

Baca Juga: 65% Publik Anggap Wajar Keluarga Pejabat Maju Pemilu, Apa yang Jadi Pertimbangannya?

Dalam Quick Poll Pemilu Kawula17, politik uang menjadi persoalan yang paling banyak dianggap sebagai masalah dalam pemilu oleh anak muda. Sebanyak 49% responden menyebut politik uang sebagai masalah utama. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan persoalan lain yang ditanyakan dalam survei.

Survei Quick Poll Kawula17 dilakukan secara daring menggunakan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI). Survei berlangsung pada 13–14 Juni 2026 dengan melibatkan 368 responden berusia 18–35 tahun di Indonesia

Selain politik uang, dinasti politik menjadi persoalan yang cukup banyak disoroti oleh anak muda dengan persentase 36%. Sementara itu, 29% responden menilai calon yang kurang berkualitas sebagai salah satu masalah dalam pemilu.

Tingginya perhatian terhadap politik uang menunjukkan bahwa persoalan dalam pemilu tidak hanya dilihat dari siapa yang terpilih, tetapi juga dari bagaimana proses mendapatkan dukungan berlangsung. Praktik politik uang dinilai dapat membuat pilihan politik tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada kualitas atau gagasan calon.

Hasil survei juga mencatat bahwa politik uang terutama dianggap sebagai masalah oleh pemilih muda yang tinggal di Jawa, dengan persentase mencapai 56%. Sementara itu, dinasti politik lebih banyak dianggap sebagai masalah oleh anak muda berpendidikan tinggi, yakni 52%.

Menariknya, kekhawatiran terhadap persoalan pemilu tersebut berjalan beriringan dengan pertimbangan anak muda dalam menentukan pilihan politik. Visi, misi, dan program menjadi faktor paling penting bagi mereka dengan persentase 73%, disusul rekam jejak dan pengalaman sebesar 48%. Karakter calon berada di posisi berikutnya dengan 37%, sedangkan latar belakang pendidikan mencapai 36%.

Temuan ini menunjukkan bahwa anak muda memiliki perhatian terhadap kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia. Dengan sikap yang kritis, terbuka, dan bertanggung jawab, anak muda memiliki ruang yang besar untuk ikut menciptakan proses demokrasi yang lebih sehat dan partisipatif.

Baca Juga: 10 Partai Politik dengan Elektabilitas Tertinggi 2026, Gerindra Kokoh di Puncak

Sumber:

https://vwynfrwyvpfhhbnqvcjd.supabase.co/storage/v1/object/public/kawula17-assets/pdf/quickpoll-infographic-pemilu-1.pdf

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc