Sebaran Luas Kebakaran di Kawasan Konservasi Indonesia Sepanjang 2000-2024
Taman Nasional menjadi kawasan konservasi dengan area kebakaran terluas sepanjang tahun 2000 sampai 2024, mencapai 531,98 ribu hektare.
Sebaran Luas Kebakaran di Kawasan Konservasi Indonesia
(2000-2024)
Unduh
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi persoalan yang terus berkelanjutan di Indonesia. Karhutla masif yang saat ini terjadi di Pulau Kalimantan bukanlah sebuah bencana baru, melainkan sudah terjadi dan terus meningkat sejak tahun 1997.
Bencana tersebut, mengancam, merusak, dan menghilangkan keanekaragaman hayati, bahkan asap yang mengepul mengganggu stabilitas hingga ke negara tetangga lain.
Terdapat tiga undang-undang utama yang membahas pembatasan penggunaan lahan, yakni UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, dan UU No. 39/2014 tentang Perkebunan yang secara tegas melarang- pembakaran hutan dan lahan.
Meskipun memiliki regulasi-regulasi tertulis yang cukup tentang perlindungan lingkungan hidup, Indonesia masih menghadapi masalah penegakan hukum yang kompleks terkait kasus karhutla.
Selain karena sulitnya mengumpulkan bukti terhadap pelaku utama, lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengawasi hutan turut memperumit penegakan hukum, sedangkan bencana karhutla semakin melonjak naik.
Fact sheet (lembar nyata) yang bertajuk Area Terbakar di Indonesia 2000-2024 oleh MapBiomas Indonesia membuktikan bahwa kasus karhutla terus terjadi setidaknya sekali dalam 25 tahun, luasnya mencapai 9,5 juta hektare sepanjang tahun 2000 sampai 2024.
Baca Juga: Luas Kebakaran Hutan dan Lahan 2020-2024
Berdasarkan akumulasi kebakaran di kawasan konservasi, kawasan konservasi taman nasional menjadi yang terbanyak di antara yang lainnya, mencapai 531,98 ribu hektare. Sementara itu, luas karhutla di suaka margasatwa tembus hingga 237,39 ribu hektare.
Lebih lanjut, kawasan cagar alam menempati urutan ketiga dengan luas kebakaran 145,32 ribu hektare sejak tahun 2000 hingga 2024. Kawasan suaka alam atau kawasan pelestarian alam menyusul dengan total yang terbakar seluas 96,25 ribu hektare, diikuti oleh taman hutan raya yang terbakar seluas 27,76 ribu hektare.
Taman wisata alam menutup sebaran kebakaran di kawasan konservasi Indonesia dalam kurun waktu 2000-2024 dengan luas total mencapai 11,72 ribu hektare.
Seluas 117 ribu hektare hutan dan lahan terbakar 10 kali bahkan lebih. Sebanyak 36,25% area yang terbakar bersifat antropogenik dan 63,75% sisanya bersifat alamiah, mulanya terjadi pada periode bulan September hingga November dan berada di puncak ketika memasuki bulan Oktober.
Baca Juga: Luas Kebakaran Hutan Kalimantan Tembus 57 Ribu Ha hingga Juni 2026
Sumber:
https://fire.mapbiomas.id/storage/files/factsheet/9QzQpJd2dsYsPVUxj82ovjzQppY4L7UV8Zhq7yg8.pdf
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: