Aktivitas finansial semakin menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat Indonesia, seiring meluasnya penggunaan platform digital untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Survei dengan judul Indonesia Fintech Trends 2025 pada Semester II 2025 yang dirilis Jakpat menunjukkan bahwa masyarakat kini memanfaatkan layanan digital untuk berbagai aktivitas keuangan, mulai dari konsumsi hingga perencanaan finansial jangka panjang.
Berdasarkan hasil survei, berbelanja menjadi aktivitas finansial yang paling banyak dilakukan responden. Sebanyak 77% responden melakukannya untuk memenuhi kebutuhan rutin maupun konsumsi non-esensial. Temuan ini menegaskan kuatnya peran ekosistem digital dalam mendorong perilaku konsumsi masyarakat, seiring kemudahan akses, beragam promo, dan metode pembayaran yang semakin praktis.
Baca Juga: Nilai Transaksi Uang Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025
Di posisi berikutnya, pembayaran tagihan dipilih oleh 66% responden. Aktivitas ini mencakup pembayaran listrik, air, internet, hingga layanan berlangganan digital. Tingginya persentase ini menunjukkan bahwa platform digital telah menjadi sarana utama dalam mengelola kewajiban finansial secara efisien dan terjadwal.
Meski masih didominasi aktivitas konsumtif, aspek pengelolaan keuangan mulai mendapat perhatian. Menabung tercatat dilakukan oleh 32% responden, menandakan adanya kesadaran sebagian masyarakat untuk menyisihkan pendapatan melalui layanan keuangan digital. Namun, angka ini masih terpaut cukup jauh dibandingkan aktivitas belanja dan pembayaran rutin.
Sementara itu, aktivitas finansial yang bersifat protektif dan jangka panjang masih relatif terbatas. Asuransi dipilih oleh 20% responden, menunjukkan bahwa pemanfaatan produk perlindungan finansial belum menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat. Hal serupa juga terlihat pada investasi, yang baru dilakukan oleh 19% responden, mencerminkan tantangan literasi dan kesiapan masyarakat dalam mengelola risiko serta perencanaan keuangan jangka panjang.
Survei ini melibatkan 2.089 responden melalui aplikasi mobile Jakpat pada 14–21 November 2025, dengan margin of error di bawah 5%. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan bahwa aktivitas finansial masyarakat Indonesia masih berpusat pada konsumsi dan kebutuhan rutin, sementara praktik menabung, asuransi, dan investasi masih memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan.
Baca Juga: Seberapa Sering Publik Indonesia Pakai Uang Elektronik?
Sumber:
https://insight.jakpat.net/indonesia-fintech-trends-2nd-semester-of-2025/