RAPBN 2027: Pembiayaan Utang Negara Naik, Sentuh Rp876 T
Pembiayaan utang negara pada tahun 2027 dicanangkan mengalami kenaikan sebesar 0,9% dari outlook 2026 yang besarnya Rp868,1 triliun.
Tren Pembiayaan Utang
(2022-2027)
Unduh
Merujuk pada dokumen Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah telah mematok target pembiayaan utang untuk tahun 2027, yaitu menyentuh angka Rp876,3 triliun.
Postur anggaran pembiayaan utang negara ini ditopang oleh dua instrumen. Komponen penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi porsi pendanaan dengan alokasi mencapai Rp779,9 triliun, sementara pos penarikan pinjaman ditetapkan sebesar Rp96,3 triliun.
Target utang pemerintah pada RAPBN 2027 tersebut terhitung mengalami kenaikan tipis sebesar 0,9% apabila dibandingkan dengan proyeksi tahun berjalan. Berdasarkan data outlook 2026, proyeksi realisasi pembiayaan utang diestimasikan mencapai Rp868,1 triliun.
Baca Juga: Pergantian Tahta di Kemenkeu: Bisakah Suahasil Menahan Laju Utang?
Proyeksi beban utang negara hingga akhir tahun 2026 tersebut bersumber dari penarikan SBN sebesar Rp736,6 triliun, diikuti oleh instrumen pinjaman yang diproyeksikan mampu terealisasi senilai Rp131,6 triliun.
Adapun dalam kurun empat tahun ke belakang, grafik tren pembiayaan utang terpantau sempat turun sebelum akhirnya konsisten mencatatkan laju pertumbuhan setiap tahunnya.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2022, besaran realisasi pembiayaan utang tercatat sebesar Rp696 triliun.
Nominal pendanaan tersebut secara mayoritas disumbang oleh serapan Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai mencapai Rp658,8 triliun, disusul oleh realisasi penarikan pinjaman sebesar Rp37,2 triliun.
Memasuki periode berikutnya, besaran pembiayaan utang menyusut sebesar 42%, sehingga turun menjadi Rp404 triliun pada tahun 2023. Capaian penyusutan di tahun ini ditopang oleh realisasi SBN yang hanya sebesar Rp308,2 triliun serta pos pinjaman senilai Rp95,8 triliun.
Namun, tren penarikan utang kembali mengalami kenaikan sebanyak 38,1% pada tahun 2024, menjadikan realisasi pembiayaan utang negara naik menembus Rp558,1 triliun. Penerbitan SBN kembali mendominasi sebesar Rp450,7 triliun, sementara pinjaman menyumbang porsi Rp107,3 triliun.
Tren kenaikan utang pemerintah ini terus berlanjut membesar pada tahun 2025. Data LKPP pada periode tersebut mencatatkan total pembiayaan utang menyentuh Rp735,4 triliun, atau naik 31,8% dari capaian tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, penarikan SBN melonjak menjadi Rp639,3 triliun. Sebaliknya, penarikan dari pos pinjaman sedikit mengalami penurunan menjadi Rp96,1 triliun.
Fase peningkatan pembiayaan utang negara ini diyakini masih akan berlanjut pada tahun berjalan. Outlook 2026 memproyeksikan bahwa utang pemerintah akan kembali tumbuh sebesar 18%.
Baca Juga: Pagu Dana Otsus Ditargetkan Capai Rp16,8 T dalam RAPBN 2027
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing
Key Insights
- Target pembiayaan utang sebesar Rp876,3 triliun pada tahun 2027 menunjukkan pemerintah masih sangat bergantung pada utang untuk membiayai pengeluaran.
- Kenaikan pembiayaan utang yang konsisten sejak 2023 hingga proyeksi 2027 sebesar 0,9% mengindikasikan bahwa ruang fiskal pemerintah semakin terbatas.
- Dominasi Surat Berharga Negara (SBN) dalam struktur pembiayaan utang membuat pemerintah rentan terhadap fluktuasi pasar keuangan global.
- Meskipun ada penurunan tajam pada tahun 2023, tren kenaikan utang kembali menunjukkan perlunya strategi pengelolaan utang yang lebih berkelanjutan.
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: