Seiring dengan pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas industri, konsumsi listrik Indonesia terus meningkat. Listrik tidak lagi sekadar penopang kebutuhan rumah tangga, tetapi telah menjadi tulang punggung utama bagi pertumbuhan sektor industri, jasa, hingga ekonomi digital yang kian ekspansif.
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi konsumsi listrik per kapita mencapai 1.584 kilowatt-hour (kWh) pada 2025. Nilai ini sudah melebihi 108,2% dari target yang dipasang, yakni sebesar 1.464 kWh per kapita.
Baca Juga: Penjualan Listrik Indonesia Menurut Jenis Pelanggan 2024
Dari tahun ke tahun, konsumsi listrik per kapita terus meningkat. Pada 2021, konsumsi listrik tercatat sebesar 1.123 kWh per kapita, yang kemudian naik 4,45% menjadi 1.173 kWh per kapita pada tahun berikutnya.
Memasuki 2023, konsumsi listrik terus naik mencapai 1.337 kWh per kapita, dan terus menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun berikutnya menjadi 1.411 kWh per kapita.
Total kapasitas terpasang mencapai 107,5 giga watt (GW) dengan kenaikan kapasitas terpasang sebesar 7 GW.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya memperluas inklusivitas dengan memasang listrik di daerah-daerah terpencil seperti di perdesaan.
Melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), diharapkan setiap lapisan masyarakat dapat menikmati akses listrik yang berkecukupan.
“Kita mendapat alokasi anggaran kurang lebih sekitar Rp4 triliun untuk masuk pada program listrik desa. Kita tahu ada sekitar 5.700 desa yang belum ada listriknya, kemudian 4.400 dusun yang belum ada listriknya,” tutur Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).
Sepanjang 2025, listrik desa telah menjangkau 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi, sedangkan BPBL berhasil memasang instalasi di 205.968 RT.
Baca Juga: Konsumsi Listrik Indonesia Sentuh 430 TWh pada 2025
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=Q2JLz5oMeA8