Sentimen Warganet Instagram terhadap Pidato Presiden Prabowo Sepanjang Juli 2026

Sentimen Warganet Instagram terhadap pidato Prabowo sepanjang Juli 2026 didominasi negatif dengan persentase 96,2%, netral (2,8%), dan positif (1,0%).

Sentimen Warganet Instagram terhadap Pidato Presiden Prabowo

(Juli 2026)
Ukuran Fon:

Media sosial telah menjadi salah satu ruang utama bagi masyarakat untuk mengikuti, membahas, sekaligus menilai berbagai isu politik. Pernyataan pejabat publik yang disampaikan dalam forum resmi kini dapat dengan cepat menyebar ke berbagai platform digital dan memunculkan beragam respons dari warganet.

Tidak hanya isi pidato yang menjadi sorotan, tetapi juga pilihan diksi, gaya penyampaian, hingga respons pemerintah terhadap kritik yang berkembang di masyarakat. Akibatnya, percakapan mengenai pidato presiden tidak lagi terbatas pada substansi kebijakan, melainkan meluas menjadi perdebatan mengenai komunikasi politik dan kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Simak Ragam Emosi Publik RI terhadap Pidato Presiden Prabowo Sepanjang Juli 2026

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit pada periode 1-28 Juli 2026, isu pidato presiden Prabowo menghasilkan 3.241 mentions di media online. Sementara itu, percakapan di media sosial terdapat 18.519 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, Threads, dan lainnya.

Di Instagram, sentimen terhadap pidato presiden didominasi nada negatif. Drone Emprit mencatat 96,2% percakapan bernada negatif, sedangkan sentimen positif hanya 1,0% dan netral 2,8%. Tingginya sentimen negatif menunjukkan bahwa sebagian besar unggahan dan komentar lebih banyak menyoroti kontroversi dibandingkan substansi kebijakan yang disampaikan dalam pidato.

Dominasi sentimen negatif tidak muncul tanpa sebab. Drone Emprit mencatat bahwa penggunaan istilah “londo ireng” menjadi pemicu utama perbincangan di Instagram. Istilah tersebut menuai kritik karena dianggap menyasar wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat yang selama ini aktif menyampaikan kritik terhadap pemerintah, kemudian memicu kekhawatiran mengenai ruang kebebasan berpendapat.

Percakapan negatif juga dipengaruhi oleh pernyataan presiden yang mempersilakan pihak yang tidak puas untuk “mencari negara lain”. Bagi sebagian pengguna Instagram, pernyataan tersebut dipandang sebagai respons yang kurang mengakomodasi kritik masyarakat dan dianggap bernada konfrontatif dan memperlebar polarisasi di ruang publik.

Meski porsinya relatif kecil, sentimen positif tetap muncul dari sebagian warganet Instagram. Apresiasi tersebut terutama ditujukan pada komitmen presiden dalam melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), gaya komunikasi yang blak-blakan dan dinilai autentik, serta keterbukaan dalam menyampaikan pidato yang dianggap mencerminkan transparansi kepada publik.

Hasil pemantauan Drone Emprit menunjukkan bahwa percakapan di Instagram selama periode pengamatan lebih banyak dipengaruhi oleh kontroversi yang muncul dari pilihan diksi dan gaya komunikasi presiden dibandingkan substansi program yang disampaikan. Temuan ini menggambarkan bahwa cara penyampaian pesan dapat menjadi faktor penting yang membentuk persepsi publik dan arah percakapan di media sosial.

Baca Juga: Prabowo Teken PP No 30 Tahun 2026, Lepas Status WNI Kini Berbayar Rp5 Juta

Sumber:

https://x.com/droneempritoffc/status/2082737173682630933?s=48

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook