Struktur demografi Indonesia terus mengalami perubahan seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia. Pada 2025, 11,93% penduduk Indonesia merupakan lansia, yang berarti 12 dari 100 penduduk berusia di atas 60 tahun. Nilai ini naik dari tahun 2024 yang sebesar 11,51%, dan terus konsisten naik setidaknya sejak 2020 yang sebesar 9,93%.
Pada 2025, potret tingkat pendidikan lansia Indonesia menunjukkan realitas yang beragam. Sebagian lansia tumbuh dalam era dengan keterbatasan akses pendidikan formal. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini lansia Indonesia masih didominasi kelompok dengan latar pendidikan rendah. Sebanyak 27,28% lansia tidak tamat SD dan 10,66% bahkan tidak pernah sekolah.
Baca Juga: Persentase Lansia Sakit di Indonesia Meningkat pada 2025
Di sisi lain, 34,13% lansia merupakan tamatan SD, 9,86% merupakan tamatan SMP, dan 11,2% telah lulus SMA/SMK. Hanya segelintir yang berhasil menamatkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, yakni sebesar 6,87%.
Terlihat pula terdapat kesenjangan tingkat pendidikan antara lansia laki-laki dan perempuan yang cukup besar. Hal ini tercermin dari persentase lansia perempuan yang tidak pernah sekolah yang mencapai 14,56%, dua kali lipat lebih besar dibanding lansia laki-laki yang sebesar 6,42%. Di tingkat pendidikan tinggi, persentase lansia laki-laki yang menamatkan perguruan tinggi juga lebih besar, mencapai 8,55% dibanding lansia perempuan (5,33%).
Ketimpangan akses juga terlihat jelas antara wilayah tempat tinggal. Lansia di perkotaan cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik, dengan 10,27% di antaranya menamatkan pendidikan tinggi. Angka ini lebih rendah pada lansia di perdesaan dengan 2,43%.
Sementara itu, lansia yang tidak pernah sekolah tercatat lebih tinggi di wilayah perdesaan, mencapai 14,46%, dua kali lipat dibanding lansia perkotaan dengan 7,75%.
Baca Juga: 83% Lansia RI Bergantung Secara Finansial pada Keluarga
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/868d335b088dcddc3ddee052/statistik-penduduk-lanjut-usia-2025.html