Poin Penting
- Inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2026 tercatat 3,55%
- Inflasi tahunan mencapai puncaknya di Februari 2026 sebesar 4,76%
- Inflasi tahunan terendah pada semester I 2026 terjadi di April 2026 sebesar 2,42%
- Inflasi tahunan Juni 2026 berada di angka 3,34%
- Papua Pegunungan memiliki inflasi tahunan tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 7,84% pada Juni 2026
- Sulawesi Barat mencatat inflasi tahunan terendah di Indonesia, yaitu sebesar 2,29% pada Juni 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan inflasi tahunan Indonesia pada Semester I 2026 mengalami fluktuasi yang cenderung konstan, terutama dalam beberapa bulan terakhir.
Mulanya pada awal tahun, tingkat inflasi year-on-year (YoY) Indonesia tercatat sebesar 3,55% per Januari 2026. Angka ini kemudian melonjak drastis menjadi 4,76% pada bulan berikutnya, sekaligus menjadikan periode Februari sebagai puncak laju inflasi tahunan tertinggi di Indonesia sepanjang paruh pertama tahun 2026 ini.
Memasuki bulan Maret, grafik inflasi nasional mulai menunjukkan tren pelandaian dengan kembali stabil di angka 3,48%. Bahkan, inflasi tahunan pada bulan April 2026 sukses mencatatkan angka terendah selama semester pertama, yaitu merosot hingga ke level 2,42%.
Baca Juga: 5 Negara dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Dunia, Siapakah Nomor 1?
Kendati demikian, laju inflasi tahunan Indonesia kembali merangkak naik menjadi 3,08% pada bulan Mei, sebelum akhirnya kian menanjak dan menyentuh angka 3,34% sebagai penutup pada Juni 2026.
Merespons dinamika perekonomian ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa fluktuasi inflasi Indonesia pada bulan Juni 2026 utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif.
Tekanan harga tersebut khususnya didorong oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) serta gejolak harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.
“Tapi ‘kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu ‘kan, barang-barang itu. Itu ‘kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih, nanti setelah harga minyak ini ‘kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” paparnya kepada wartawan setelah kegiatan pelantikan petinggi di di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, laju inflasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan adanya lonjakan permintaan masyarakat yang berlebihan. Dengan kondisi tersebut, ia optimis bahwa tekanan inflasi perlahan akan kembali mereda ke depannya.
Menilik persebaran inflasi di Indonesia menurut provinsi, Papua Pegunungan tercatat sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Indonesia, dengan persentase menembus angka 7,84%.
Sebaliknya, provinsi dengan laju inflasi tahunan terendah pada Juni 2026 ini diduduki oleh Sulawesi Barat, dengan persentase inflasi sebesar 2,29%.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Juni 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/2590/inflasi-year-on-year--y-on-y--pada-juni-2026-sebesar-3-34-persen-.html