Penjualan wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan industri otomotif nasional. Pergerakan penjualan pada setiap segmen kendaraan dapat mencerminkan perubahan permintaan pasar sekaligus memberikan gambaran mengenai tren industri otomotif di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan wholesales mobil di berbagai segmen menunjukkan dinamika yang berbeda sepanjang 2019 hingga 2026, baik pada kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) maupun segmen non-LCGC di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Penjualan Mobil Indonesia Tembus 277 Ribu Unit hingga April 2026, Jawa Kuasai 60% Pasar
Data GAIKINDO tersebut memperlihatkan bahwa tren wholesales mobil sepanjang 2019 hingga 2026 mengalami pergerakan yang fluktuatif. Setelah mengalami penurunan pada periode pandemi (2020), penjualan berangsur meningkat hingga awal bulan 2026. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kinerja industri otomotif nasional terus mengalami dinamika seiring perubahan kondisi pasar dan permintaan kendaraan.
Tahun 2019 menjadi puncak penjualan dengan 1,01 juta unit, kemudian penjualan menurun 40,2% pada 2020 imbas pandemi COVID-19 dengan hanya mencatatkan 608 ribu unit penjualan.
Adapun pada tahun-tahun berikutnya, penjualan wholesales mobil berangsur meningkat. Terhitung sejak 2021, penjualan mengalami peningkatan 25,9% hingga 765 ribu unit, meningkat lagi sebesar 21,5% pada tahun 2022 hingga 930 ribu unit, dan pada 2023 wholesales kembali naik 4% menjadi 967 ribu unit.
Namun, pada 2024, penjualan secara wholesales mencatatkan penurunan imbas kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil. Pada tahun tersebut, penjualan menurun hingga 4,5% menjadi 923 ribu unit. Penurunan yang cukup drastis berlanjut hingga tahun 2025, dengan penjualan 766 ribu unit atau turun 17%.
Namun, memasuki 2026, angka wholesales diproyeksikan meningkat. Pasalnya, hingga April 2026, penjualan tercatat sebesar 277 ribu unit dari semua segmen mobil.
Secara keseluruhan, data GAIKINDO tersebut menunjukkan penjualan mobil di Indonesia masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19. Meskipun sempat melemah pada 2024 dan 2025, capaian pada awal 2026 memberikan sinyal positif bagi industri otomotif nasional.
Baca Juga: Top 10 Brand Mobil Terlaris Januari-Mei 2026
Sumber:
https://www.gaikindo.or.id/indonesia-automotive-whole-sales-landsacape-lcgc-non-lcgc-by-region/