10 Lapangan Usaha dengan Nilai PDB ADHB Terbesar pada Triwulan II 2026

Nilai PDB ADHB industri pengolahan mencapai Rp1.212,1 triliun dengan pangsa 18,50% pada Triwulan II 2026, tertinggi dari lapangan usaha lain.

10 Lapangan Usaha dengan PDB ADHB Tertinggi

(Triwulan II 2026)
Ukuran Fon:

Struktur perekonomian Indonesia ditopang oleh berbagai lapangan usaha, mulai dari industri pengolahan hingga akomodasi dan makan minum. Masing-masing sektor memberikan nilai tambah yang berbeda terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB).

Nilai tersebut dapat dilihat melalui PDB atas dasar harga berlaku (ADHB), yaitu nilai ekonomi dari barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku dalam suatu periode.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai PDB ADHB Indonesia mencapai Rp6.187,6 triliun pada Triwulan I 2026. Memasuki Triwulan II, nilainya meningkat Rp6.552,1 triliun.

Baca Juga: Belanja Pemerintah Jadi Komponen Pengeluaran PDB Tertinggi pada Triwulan II 2026

Industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan nilai PDB ADHB terbesar pada Triwulan II, yakni mencapai Rp1.212,1 triliun. Sektor ini juga memiliki pangsa terbesar dalam struktur perekonomian Indonesia dengan distribusi sebesar 18,50%.

Di bawahnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menempati posisi kedua dengan nilai PDB ADHB sebesar Rp889,1 triliun. Sementara itu, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor berada di posisi ketiga dengan Rp853,3 triliun.

Posisi keempat dan kelima ditempati konstruksi serta pertambangan dan penggalian. NIlai PDB ADHB kedua lapangan usaha tersebut masing-masing mencapai Rp641,2 triliun dan Rp581,1 triliun. Transportasi dan pergudangan berada di urutan keenam senilai Rp403,5 triliun.

Daftar 10 besar kemudian dilengkapi oleh informasi dan komunikasi sebesar Rp282,0 triliun, jasa keuangan dan asuransi sebesar Rp265,2 triliun, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan Rp211,8 triliun, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp181,8 triliun.

Dominasi industri pengolahan menjadi sinyal kuat bahwa manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Sebagai wujud komitmen pemerintah menjaga kinerja sektor tersebut, berbagai langkah dipersiapkan. Mulai dari mempermudah akses bahan baku, menyesuaikan kebijakan impor, hingga memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional.

Upaya tersebut dilakukan agar industri pengolahan tetap mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat investasi, meningkatkan daya saing, serta membuka lebih banyak lapangan kerja sekaligus menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Besaran nilai PDB ADHB tiap lapangan usaha memberikan gambaran mengenai struktur perekonomian Indonesia pada suatu periode. Perkembangannya dari waktu ke waktu juga dapat menjadi acuan untuk melihat dinamika sektor-sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Jadi Tulang Punggung PDB 2025, Sektor Manufaktur Apa yang Paling Banyak Serap Tenaga Kerja?

Sumber: 

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2605/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2026-tumbuh-5-29-persen--y-on-y-.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook