5 Sektor Industri Mikro dan Kecil Paling Mendominasi di Indonesia
Sektor industri makanan sukses menempati posisi puncak pada jajaran lima besar kelompok usaha mikro dan kecil terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2025.
5 Besar Usaha Industri Mikro dan Kecil Menurut KBLI
(Tahun 2025)
Unduh
Sektor Industri Mikro dan Kecil (IMK) menjadi pahlawan tangguh pencipta lapangan kerja. Ekosistem bisnis ini terus menopang ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi inflasi tahun 2025 sebesar 2,92%.
Total jumlah usaha IMK di Indonesia sukses menembus 4,46 juta unit pada tahun 2025. Sektor ini berhasil menyerap 9,48 juta tenaga kerja dan menyumbang pendapatan sebesar Rp623 triliun.
Dari puluhan jenis industri yang ada, lima kelompok Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tampil mendominasi. Kelima sektor ini bertindak sebagai motor penggerak utama perekonomian rakyat.
Baca Juga: Jawa Tengah Memimpin, Ini Peta Persebaran 5 Raksasa Industri Mikro Kecil 2025
Sektor industri makanan atau KBLI 10 resmi menempati posisi puncak dengan 1,98 juta unit usaha. Kelompok ini mendominasi secara mutlak dengan persentase 44,42% dari total IMK nasional.
Karakteristik usaha makanan sangat dekat dengan konsumsi harian masyarakat luas. Kondisi tersebut menjadikannya sektor industri paling tahan banting terhadap berbagai guncangan perubahan ekonomi.
Industri pakaian jadi menyusul pada urutan kedua dengan total 611,22 ribu unit usaha. Kelompok KBLI 14 ini sukses menyumbang porsi sebesar 13,70% secara keseluruhan.
Kekuatan industri fesyen ini sangat didorong oleh kreativitas lokal yang dinamis. Sektor pakaian jadi ini juga memiliki tingkat keterlibatan pekerja keluarga yang sangat tinggi.
Posisi ketiga diisi oleh industri pengolahan kayu non-furnitur dan barang anyaman. Kelompok KBLI 16 ini menaungi total 553,54 ribu unit usaha atau sebesar 12,41%.
Sektor ini memproduksi aneka kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan rotan. Industri tersebut sangat mengandalkan ketersediaan bahan baku alam lokal serta keahlian tradisional turun-temurun.
Sektor industri tekstil sukses mengamankan urutan keempat dengan keberadaan 238,22 ribu unit usaha. Kelompok KBLI 13 ini berfokus pada pembuatan kain, penenunan, dan produksi benang dasar.
Keberadaan industri tekstil mikro sangat krusial sebagai pemasok utama rantai pasok fesyen. Mereka memasok bahan baku bagi klaster tenun tradisi maupun usaha batik rumahan.
Jajaran lima besar nasional ini ditutup oleh industri pengolahan lainnya dengan 196,01 ribu unit usaha. Kelompok KBLI 32 ini mewakili industri kreatif pembuat perhiasan, mainan anak, hingga alat musik.
Kehadiran sektor ini membuktikan tingginya tingkat diversifikasi pelaku usaha mikro di Indonesia. Mereka sangat kreatif dalam memanfaatkan peluang pasar ceruk yang spesifik.
Rangkaian industri pengolahan ini secara total berkontribusi hingga 19,07% terhadap PDB nasional pada tahun 2025. Namun, para pelaku usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan klasik yang membatasi ruang gerak mereka.
Kendala utama tersebut meliputi keterbatasan kualitas sumber daya manusia dan fluktuasi harga bahan baku. Mereka juga masih kesulitan dalam mengadopsi teknologi digital untuk keperluan pemasaran produk.
Pemerintah perlu memperkuat keberpihakan kebijakan agar kelima sektor dominan ini bisa naik kelas. Kemudahan akses permodalan dan bimbingan usaha sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Baca Juga: 10 Lapangan Usaha dengan Nilai PDB ADHB Terbesar pada Triwulan II 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/09/15/767657f05a2e6fec126ccaac/profil-industri-mikro-dan-kecil-2025.html
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Program Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terkecil dalam RAPBN 2027
10 Wilayah dengan PDRB per Kapita Terendah di Pulau Jawa 2025
10 Provinsi Sentra Produksi Jagung Indonesia Januari-Oktober 2026
Sebaran Lansia Perokok di DIY 2025, Kulon Progo Paling Banyak