Kemampuan kognitif penduduk suatu negara kerap dikaitkan dengan kualitas pendidikan, kondisi sosial, serta konsistensi kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia. Rata-rata tingkat kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk membaca gambaran umum kapasitas tersebut, meskipun bukan satu-satunya tolok ukur kualitas manusia secara menyeluruh.
Untuk melihat perbandingan rata-rata IQ antarnegara, sejumlah lembaga riset internasional secara berkala merilis pemeringkatan berdasarkan kompilasi hasil tes kognitif, capaian pendidikan, serta berbagai indikator pendukung lainnya. Data ini sering dijadikan referensi awal dalam menilai tantangan dan peluang pembangunan sumber daya manusia di berbagai belahan dunia.
International IQ Test (IIT) merupakan salah satu platform internasional yang mengukur kemampuan kognitif individu melalui tes kecerdasan berbasis daring dengan partisipasi responden dari berbagai negara. Berdasarkan data IIT per 1 Januari 2026, yang dihimpun dari pelaksanaan tes sepanjang 2025 dengan total 1.212.714 sampel global, terdapat sejumlah negara yang berada di posisi terbawah dalam pemeringkatan rata-rata IQ dunia.
Baca Juga: Negara dengan Rata-Rata IQ Tertinggi 2026, Indonesia Urutan Berapa?
Somalia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia, dengan skor sebesar 83,84. Kondisi ini mencerminkan tantangan serius dalam akses pendidikan, stabilitas sosial, serta pembangunan manusia yang berkelanjutan. Di posisi kedua, Timor Leste mencatatkan skor rata-rata IQ sebesar 86,70, disusul Rwanda di peringkat ketiga dengan nilai 86,90.
Nicaragua berada di posisi keempat dengan skor 87,75, sementara Angola menempati peringkat kelima dengan rata-rata IQ sebesar 87,89. Selanjutnya, Gabon mencatatkan skor 88,35 dan berada di peringkat keenam, diikuti Uganda di posisi ketujuh dengan nilai 88,49. Republik Kongo menempati peringkat kedelapan dengan skor 88,60.
Di posisi kesembilan, Afghanistan mencatatkan rata-rata IQ sebesar 89,31. Tanzania melengkapi daftar sepuluh besar negara dengan skor rata-rata IQ terendah di dunia dengan nilai 89,57. Negara-negara dalam daftar ini umumnya masih menghadapi keterbatasan dalam pemerataan pendidikan, infrastruktur pembelajaran, serta kondisi sosial dan ekonomi yang memengaruhi perkembangan kognitif penduduknya.
Dominasi negara-negara di kawasan Afrika dalam daftar ini tidak lepas dari tantangan struktural yang telah berlangsung lama. Keterbatasan akses pendidikan formal, kualitas sarana dan tenaga pengajar yang belum merata, serta dampak konflik berkepanjangan dan ketidakstabilan politik menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif penduduk.
Selain itu, persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta keterbatasan akses layanan dasar turut berperan dalam membentuk kapasitas belajar sejak usia dini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya rata-rata IQ lebih mencerminkan kompleksitas persoalan pembangunan manusia, bukan semata-mata potensi individu, sekaligus menegaskan pentingnya investasi jangka panjang di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Paling Peduli Krisis Iklim
Sumber:
https://international-iq-test.com/en/test/IQ_by_country